Hindu-Indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya,
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 2002-2004, hindu-indonesia.com, Kontak: okanila@okanila.brinkster.net

 


Dewa-Dewa dalam agama Hindu


MOHON JELASKAN PADAKU MENGENAI DEWA-DEWA DALAM AGAMA HINDU?

Menurut Bible Kristen, segala sesuatu datang dari Kata, dan Kata adalah Tuhan. Hampir sama, kita dalam agama Hindu percaya bahwa segala sesuatu datang dari Brahman, dan Brahman adalah Tuhan. Aspek bergetar (vibratory) dari Brahman disebut AUM atau OM. Jadi orang Hindu mengatakan AUM adalah Tuhan. Dari AUM datang Tuhan Ibu (Mother God) dan Ketuhanan yang dibagi menjadi tiga yang secara populer dikenal sebagai Tri Murti. Yaitu Brahma (Pencipta), Wishnu (Pemelihara) dan Siwa (Pemerelina).

Bila ketiga manifestasi Tuhan ini mengambil bentuk manusia atau bentuk lainnya, kita menyebutnya Awatara. Awatara Wishnu yang paling popular adalah Rama dan Krishna. Seperti telah disebutkan di depan Wishnu memiliki sepuluh Awatara.

Siwa artinya "yang sangat menguntungkan," adalah personifikasi dari peleburan termasuk penghancuran ego.

SIAPAKAH DEWA-DEWA HINDU YANG LAIN?

Karena agama Hindu berkembang dari proses-berpikir yang berkembang secara perlahan, ia memiliki banyak dewa-dewa. Banyak dari mereka merepresentasikan kekuatan-kekuatan alam seperti Bayu (udara), Waruna (air), Agni (api), Aditya (matahari), Yama (dewa kematian), dll.

AYAH, MENGAPA HINDU MEMUJA BANYAK DEWA-DEWA?

Menurut titik pandang seorang Hindu, semua dewa-dewa itu hanyalah berbagai representasi dari Tuhan yang satu. Agama Hindu berkali-kali mengatakan bahwa hanya ada satu Tuhan. Weda-Weda menyebut dia Brahman. Upanishad-Upanishad menjelaskan Dia dengan cara Neti-Neti ("Bukan ini-bukan ini"). Kadang-kadan Tuhan disebut sebagai Itu, sebuah obyek yang tidak hidup, karena tidak ada penjelasan manusia yang berlaku adil terhadap keluasannya. Rig Wed menyatakan, "Tuhan atau Kebenaran itu Satu, hanya manusia (orang bijaksana) menyebutnya dengan berbagai cara."

Sekarang kembali kepada pertanyaan pokokmu mengenai mengapa begitu banyak dewa-dewa, ini sebetulnya cukup mudah untuk dijelaskan. Manusia biasa hanya dapat membayangkan atau memahami satu Tuhan dalam bentuk manusia dan mereka melakukan pemujaan dengan berbagai bentuk untuk berbagai dewa-dewa, sekalipun mereka sesungguhnya hanya memuja satu Tuhan.

Untuk menjelaskan lebih lanjut, mari kita pakai ibumu sebagai contoh. Kamu memandangnya sebagai ibumu yang kamu sayangi yang memelihara kamu; aku memandangnya sebagai pasangan dalam hidup, dengan siapa aku membagi segala sesuatu; ayahnya memandangnya sebagai putri kecilnya yang masih perlu banyak belajar. Kamu lihat sekarang, hanya ada seorang manusia, tapi kita bertiga melihat orang yang satu itu dari sudut yang berbeda. Kita bertiga benar dalam melihat dia secara berbeda, sekalipun sebenarnya hanya ada satu orang. Jadi sekalipun kamu memuja ratusan dewa-dewa, kamu sesungguhnya hanya memuja satu Mahluk Tertinggi, satu Tuhan.

Tentu saja sulit bagi orang Barat untuk memahami ideologi ini, sekalipun aspek "trinitas" Tuhan dalam agama Kristen agak mirip dengan dewa-dewa dalam agama Hindu. Trinitas dalam agama Kristen adalah satu Tuhan yang dinyatakan dalam tiga bentuk yang berbeda; Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Roh Kudus (Suci). Kristen awal tidak memiliki konsep mengenai Trinitas. Sesungguhnya Ensiklopedia Katolik menyatakan bahwa doktrin Trinitas tidak diajarkan dalam Perjanjian Lama. Tuhan tiga dalam satu (Triune) ini disebutkan dalam Perjanjian Baru, dan itupun hanya dalam satu tempat dalam empat gospel, dalam Mattew 28:19. Saksi Jehovah (Jehovah Witness) tidak percaya dengan Trinitas. Konsili (musyawarah, Mahasabha) Nicaean (325 A.D) sesungguhnya diadakan oleh Kaisar Constantine untuk mengangkat Jesus Kristus pada posisi kedua dalam Trinitas, dengan demikian membunuh ajaran pendeta Arius, yang menyatakan bahwa Kristus adalah seorang mahluk yang diciptakan, bukan sang pencipta, dan bahwa Jesus Kristus lebih rendah tingkat kesuciannya dari bapaknya.

AYAH, APAKAH ARAH DAN RUANG DIJAGA OLEH DEWA YANG BERBEDA?

Dalam agama Hindu, beberapa Dewa-dewa secara simbolik diangap sebagai penguasa dan pelindung dari arah tertentu dalam ruang. Arah timur dilindungi oleh Indra, Dewa Surga. Arah barat dilindungi oleh Waruna, Dewa Air. Arah utara dilindungi oleh Kubera, Dewa Kemakmuran. Arah Selatan dilindungi oleh Yana, Dewa Maut. Timur laut dijada oleh Soma, Dewa bulan, Timur laut oleh Bayu, Dewa angin, tengara oleh Agni, Dewa api dan barat daya oleh Surya, Dewa Matahari.

AKU INGIN TAHU. APAKAH ANDA TELAH MENYEBUTKAN SEMUA DEWA DALAM AGAMA HINDU?

Aku kira aku tidak akan dapat memberikan semua nama dewa-dewa dalam agama Hindu. Banyak orang mengatakan bahwa ada paling sedikir 330.000.000 dewa dalam agama Hindu. Bahkan beberapa orang suci dianggap sebagai dewa. Lagi pula, banyak dewa yang dipuja oleh orang Hindu memiliki nama-nama yang berbeda dalam Weda-Weda. Misalnya, Siwa dikenal dengan nama Rudra dalam Weda. Tindakan menyembah begitu banyak dewa pada saat yang sama tidak menjadi masalah bagi orang Hindu, karena mereka percaya semua bentuk itu adalah manifestasi dari satu Tuhan atau Kekuatan.

AYAH, APAKAH ADA RUJUKAN MENGENI PEMUJAAN DEWA-DEWA DALAM UPANISHAD?

Upanishad menjelaskan keberadaan satu Tuhan yang dikenal sebagai Brahman. Satu-satu rujukan terhadap benyak dewa dalam Upanishad berasal dari percakapan dalam Brihad-Aranyaka Upanishad antara seorang pemuja bernama Widagda Sakalya dan Reshi Yatnawalkya.

Percakapan yang hidup itu adalah sebagai berikut :

"Ada berapa banyak dewa-dewa, Yatnawalkya?"
"Tiga ribu tiga ratus dan enam," jawab Yatnawalkya.
"Ya, tapi sebenarnya ada berapa banyak dewa, Yatnawalkya?"
"Tiga puluh tiga," jawab Yatnawalkya.
"Ya, tapi sebenarnya ada berapa banyak dewa, Yatnawalkya?"
"Enam," jawab Mahareshi itu.
"Ya, tapi sebenarnya ada berapa banyak dewa, Yatnawalkya?"
"Tiga."
"Ya, tapi sebenarnya ada berapa banyak dewa, Yatnawalkya?"
"Dua."
"Ya, tapi sebenarya ada berapa banyak dewa, Yatnawalkya?"
"Satu setengah."
"Ya, tapi sebenarnya ada berapa banyak dewa-, Yatnawalkya?"
"Satu," jawab guru besar agama Hindu itu.

Dari percakapan ini dapat kita simpulkan bahwa sekalipun ada banyak dewa, dalam kenyatannya hanya ada satu saja. Satu Tuhan tampak dalam seribu bentuk yang berbeda kepada pemuja sesuai dengan cara merka membayangkan Kekuatan Tertinggi itu.

SIAPKAH NATARAJA?

Ia adalah Siwa, dewa tarian. Nataraja sangat penting bagi orang Barat. Kamu mungkin telah melihat Nataraja dalam beberapa film James Bond. Nata artinya "menari," dan Raja artinya "raja." Dewa Siwa diharapkan menari di atas raksana Apasmara, Kebodohan - ego, yang membuat kita lupa siapa kita sesungguhnya. Nataraja menyebabkan kehancuran ego. Dia juga adalah simbul yang kelihatan dari ritme alam semesta. Dia dilingkari oleh lingkaran api, melambangkan proses hidup dari penciptaan semesta. Mudra, gerak tangannya, melambangkan kegiatan-kegiatan yang berbeda. Dalam satu tangan Nataraja memegang gendang, dan tangannya yang kedua menunjukkan Abhaya Mudra ("Jangan takut, Aku akan melindungimu"). Dalam telapak tangannya yang ketiga dia memiliki lidah api sebagai symbol dari penghancuran, dan tangan yang keempat menunjuk kepada kakinya yang terangkat. Ini melambangkan keselamatan bagi pemujanya.

APAKAH ORANG-ORANG HINDU MENYEMBAH BRAHMA?

Mungkinkamu akan kaget mendengar bahwa orang-orang Hindu umumnya tidak memuja Brahma. Pembebasan jiwa dikaitikan dengan Wishnu dan Siwa, dan itu mungkin sebabnya kenapa Brahma tidak dipuja oleh orang-orang Hindu. Tentu saja ada lambang Brahma di hampir semua pura, dan namanya disebut-sebut dalam hampir semua upacara.

Source : Ed. Viswanathan (Diterjemahkan oleh NP Putra)


Cetak