New Page 1

www.adityatemple.com

Om Anno Bhadrah Kratawo Yantu Wiswatah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Semoga Pikiran yang Baik Datang dari Semua arah

 home

menu kiri
 Search for
 
Profil
Fasilitas
Manajemen
Program Kerja
Agenda/Kegiatan
Pelaporan
Galery Foto
Index
User
Pwd

Profil

Sejarah Pembangunan Pura

Latar Belakang

Proses berdirinya Pura Adhitya Jaya Rawamangun, tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan hidup umat Hindu di DKI Jakarta. Betapa tidak. Sebab ide untuk membangun tempat persembahyangan umat Hindu di DKI Jakarta sudah lama dirintis oleh Suka Duka Hindu Bali (SDHD) atas saran Bapak Direktur Jenderal Bimas Hindu dan Budha, I.B. Mastra.

Awalnya, kiprah dari Suka Duka Hindu Dharma baru terbatas pada perayaan hari-hari suci keagamaan, seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kian hari cita-cita untuk pendirian Pura tersebut mulai dipertegas dengan mendirikan yayasan yang khusus untuk maksud pembangunan Pura. Yayasan itu bernama Yayasan Pitha Maha. Pengurus Yayasan tersebut antara lain Bapak Ida Bagus Manuaba (alm) anggota Dewan Konstituante, Bapak I Gusti Bagus Subamia (alm) yang menjabat Menteri Koordinator, Bapak I Nyoman Wiratha (alm) yang menjadi anggota DPRD DKI. Yayasan ini mendapat bantuan dana secara rutin.

Pada tahun 1960-an, Presiden Soekarno memberikan tanah di lapangan Banteng kepada umat Hindu untuk tempat ibadah. Entah bagaimana pokok masalahnya, rencana mendirikan Pura di Lapangan Banteng itu gagal. Tahun 1962, ditawarkan lokasi baru yakni di daerah Ancol. Namun umat Hindu keberatan, sebab lokasi Ancol saat itu berlumpur, tidak seperti Ancol sekarang ini. Kemudian ditawarkan lokasi baru lagi yakni disekitar Yakindra (Taman Ria Remaja Senayan sekarang), namun upaya pembangunannya belum juga berhasil.

Titik terang kemudian mulai muncul. Yakni ketika Bapak Menteri P.U. Ir. Sutami (alm) menerbitkan Surat No.36/KPTS/1976 yang isi pokoknya antara lain:

a.

Memberi ijin kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat untuk menggunakan tanah yang dikuasai oleh Departemen PU cq. Direktur Jenderal Bina Marga (yakni tempat Pura Adhitya Jaya sekarang) sebagai tempat persembahyangan bagi Umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya.

b.

Penggunaan tanah sesuai dengan aturan Tata Kota DKI Jaya

c.

Keputusan ini berlaku sebagai pengetahuan atas penggunaan tanah tersebut yang telah dibuat oleh Dirjen Bina Marga, berlaku sejak tanggal 4 Maret 1972.

Pemberian ijin oleh Bapak Menteri PU tersebut didukung oleh Bapak Gubernur KDKI Jakarta (waktu itu) Ali Sadikin, selaku penguasa tunggal di daerah. Dukungan tersebut dimuat dalam surat Keputusan No. D.TV-a2/4/24/73. Atas dasar sumber-sumber di atas, maka mulailah umat Hindu merintis pembangunan physik Pura Adhitya Jaya Rawamangun, yang dalam kenyataannya berbarengan dengan pembangunan Pura Dalem Purna Jati Cilincing di Jakarta Utara, Pura Candra Praba, Jelambar di Jakarta Barat, Pura Raditya Dharma di Cijantung di Jakarta Timur.

Proses Berdirinya Pura

Proses berdirinya Pura Adhitya Jaya Rawamangun diawali oleh cetusan ide dari Bapak I Gusti Ngurah Mandra kepada Bapak Menteri PU, Ir. Sutami pada acara penyerahan Masjid Pelita Taqwa dari Menteri PU kepada Bapak Walikota Madya Cirebon, yang dilaksanakan sekitar tahun 1973. Atas petunjuk dari Bapak Menteri, maka dibentuklah Panitia Pembangunan Pura (yang kemudian disebut Pura Adhitya Jaya Rawamangun), yang susunan personalianya sebagai berikut:

Ketua Umum : I Gusti Ngurah Mandra
Ketua I : I Nyoman Gria
Ketua II : I Gusti Ketut Sukarta
Sekretaris I : Drs. Sang Made Jingga
Sekretaris II : A. A. Sumitra
Bendahara I : Ir. Ketut Berana
Bendahara II : I Wayan Armiatha

Setelah Panitia terbentuk, maka Panitita mengajukan permohonan kepada Pemimpin Proyek. Pemimpin Proyek kemudian menunjuk dan mengesahkan Panitia  tersebut untuk melaksanakan pembangunan Pura yang dimaksud.

Sebelum pembangunan tersebut, Panitia mengadakan rapat membahas keabsahan surat tanah. Yang hadir dalam rapat adalah Ida Pedanda Gde Wayan Sidemen (alm), A. A. Oka Jelantik, SH., Drs. Nengah Kembar, dan semua anggota Panitia. Rapat menyetujui peletakan batu pertama pembangunan Pura yang dilaksanakan oleh Bapak Drs. Moh. Hadi (alm) mewakili Pimpinan Proyek.

Sejak saat itu dilakukan pembangunan yang pengerjaannya dilakukan oleh tukang dari Bali, yang pendanaannya didukung oleh para donatur. Sudah tentu phisik pembangunan dimulai dengan membuat Padmasana disusul dengan Bale Papelik, Penglurah, Pawedan Taman Sari, Penyengker, dan sebagainya. Pada tanggal 12 Mei 1973 diadakan peresmian oleh Wakil Gubernur KDKI Jakarta Ir. Prayogo dan Ngeteg Linggih dipuput oleh Ida Pedanda Gde Wayan Sidemen.

Perkembangan

Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan Pura Adhitya Jaya Rawamangun dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan sarana pendukung (dana) yang ada. Jika dilihat dari pembangunan phisik yang berhasil diwujudkan dalam pembangunan tersebut, maka pentahapan tersebut dapat diklasifikasikan atas tujuh tahapan yaitu:

Tahap Pertama dimulai tahun 1972, yang berhasil dibangun adalah Padmasana, Griya Pedanda (belum permanen) Penglurah, Wantilan di Jaba Tengah namun dalam wujud sederhana berupa bedeng.

Tahap Kedua dilanjutkan lagi pada tahun 1976, dengan membangun Kuri Agung, Penyengker Jeroan dengan tembok sederhana, Renovasi Wantilan di Jaba Tengah, Taman Sari dalam wujud sederhana.

Tahap Ketiga dilanjutkan tahun 1985, dengan memulai pembangunan wantilan besar di jaba, walau belum selesai pada tahun itu.

Tahap Keempat dimulai tahun 1988. yang berhasil dibangun adalah Wantilan Besar (melanjutkan pembangunan tahun 1985). Bale Kulkul, Candi Bentar di sbelah Bale Kulkul, Griya Pedanda (permanen), Bale Bengong disebelah Griya Pedanda.

Tahap Kelima dilanjutkan pada tahun 1995, dengan membangun Wantilan permanen di Jaba Tengah, Ruang Pasraman/Kuliah (disebelah wantilan besar di jabaan).

Tahap Keenam adalah tahun 1996 dengan membuat jalan aspal, Candi Bentar di Jaba Sisi (menghadap Jl. By Pass), Candi Bentar di belakang (diujung Jalan Daksinapati Raya), Renovasi Panyengker mandala Utama (Jeroan).

Tahap Ketujuh tahun 1997 dengan membangun Penyengker di Jaba Sisi yang menghadap ke Jalan By Pass..

Source : webmaster
Print artikel Kirim ke teman
Media Aditya Jaya
Pura Aditya JayaJl

Pura Adhitya Jaya
Jl. Daksinapati Raya No. 10 Rawamangun, Jakarta 13220
Telepon/Faks : (62-21) 4705758, email: adityatemple@cbn.net.id
Website: http://www.adityatemple.com