Sejarah keberadaan perpustakaan di Pura Adhitya
Jaya cukup panjang. Berdirinya perpustakaan
dirintis oleh ibu-ibu PWSHD Jakarta Timur dengna
tujuan supaya anak-anak pasraman adhitya jaya
tidak mengalami kesulitan dalam mencari sumber
bacaan, narasi dan referensi buku-buku keagamaan
Hindu, termasuk dalam hal ini adalah para guru dan
tenaga administratif serta tenaga edukatif lainnya.
Jumlah buku dan judul buku masih sangat terbatas,
karena hanya bersumber dari pembagian buku gratis
atau sumbangan dari individu/lembaga dan pihak
lain seperti percetakan. Berdirinya STAH juga
berperan dalam menambah khasanah dan referensi
berbagai judul buku, dan kini jumlah dan judul
buku telah semakin banyak sehingga cukup mampu
dijadikan nara sumber dan referensi dalam seluruh
kegiatan belajar mengajar tentang agama
Hindu.
Setelah gedung sekolah pasraman direnovasi,
gedung sekolah yang semula hanya 2 ruang kelas,
telah menjadi 8 ruang kelas, berlantai 2, bagian
depan lt. 1 dan 2, untuk ruang sekolah pasraman
dan STAH. Bagian belakang bangunan, untuk lt. 1
adalah ruang perpustakaan umum (ukuran = 5,2 x 12
= 62,4 m2) yang dapat dimanfaatkan oleh pasraman,
STAH dan umum dan lt. 2 untuk kantor administrasi
dan ruang guru/dosen Pasraman dan STAH.
Kedepan perpustakaan ini akan terus
dikembangkan dari segi persediaan buku, judul dan
substansi dari setiap buku/judul, sehingga setiap
saat dapat dimanaatkan oleh umat Hindu, terutama
pada saat-2 orang tua sedang menunggu anak-2nya
sekolah agama. Tempat duduk dan taman bacaan telah
tersedia, saat ini tergantung umat sedharma apakah
mau memanfaatkan atau tidak.Source : OPAJ