Berawal dari perbincangan
santai sembilan anak muda Hindu di sebuah Warung sederhana di Jaba Sisi Pura Aditya
Jaya-Rawamangun pada tanggal 08 Januari 1995, yang kemudian menjadi diskusi yang sangat
serius mengenai sebuah impian besar tentang pembinaan dan pengembangan kualitas umat Hindu
di Nusantara. Mereka berbicara tentang kegelisahannya
tentang hari ini, kegusarannya tentang hari esok serta ketertantangannya pada problematika
riil keumatan. Ternyata mereka sesungguhnya memiliki kegelisahan dan rasa
jengah yang sama. Visi mereka juga sama yakni tidak ingin terjebak ke dalam
fanatisme sektarian dan primordialisme.
Berbicara tentang masalah umat Hindu,
bukanlah membicarakan orang lain atau pihak lain karena kita menyadari bahwa kita adalah
bagian darinya. Bagaimana kita harus memulai berbuat sesuatu untuk memenuhi tantangan
zaman itu? Ini adalah tugas generasi muda yang hidup di masa kini. Kalau kita tidak
memulainya maka, generasi berikutnya akan menerima beban yang semakin berat lagi. Kita
tidak lagi bisa menunda sampai hari esok, karena di luar sana orang lain sudah bergerak
dengan kecepatan dan percepatan yang sangat tinggi. Bila kita tidak bergerak dengan
percepatan yang lebih maka kita akan senantiasa tertinggal di belakang.
Maka saat itu juga, dengan tekad bulat disepakati untukberbuat secara konkret yang dimulai dengan
aktivitas temu wirasa (diskusi) setiap
purnama. Diskusi pertama dilangsungkan pada hari Selasa Umanis, wuku Uye, Purnama Kapitu,
17 Januari 1995. Wadah temu wirasa ini disepakatihanya
berupa sekaa, yakni suatu bentuk organisasi tradisional di Bali. Namanya Sekaa Wirasa Purnama. Sekaa ini yang kemudian
menjadi cikal bakal Sekeha Demen. Dan tanggal
17 Januari 1995 diperingati sebagai hari lahirnya. Pada hari Minggu Umanis,Merakih, 31 Mei 1998; Sekeha Demen secara resmi
telah mempunyai Awig-Awig yang menjadi landasan setiap gerak kegiatannya.
Mengapa Sekaha Demen? Demen artinya senang atau suka.
Kita memang ingin mengakomodasi berbagai kegemaran atau kesenangan
para anggota dalam kegiatan kegiatan. Ada sekeha kesenian, pesantian, tirtayatra, olah
raga, sosial dan lain-lain. Semua anggota dapat berkiprah sesuai dengan minatnya tanpa
paksaan. Itulah yang mendasari kehadiran Sekeha Demen sebagai organisasi yang terbuka
(untuk semua suku/ ras yang berumur antara 17-40 th), tidak bersifat politik dan
berafiliasi kepada organisasi atau institusi manapun.
Ruang lingkup (wewidangan) kegiatan-kegiatan Sekeha Demen adalah:
wali bebali - balih-balihan; spritual sosial - material; parahyangan
pawongan - palemahan; penciptaan - pelestarian-pembaharuan, yang dilaksanakan dengan
landasan Satyam, Siwam, Sundaram.
Mission dan Goal:
o
Membina dan menempa mental spiritual anggotanya agar dapat terus
melangkah di jalan hidup yang diajarkan oleh ajaran Dharma
o
Mempertinggi
kualitas batin anggotanya agar selalu memancarkan getaran kasih dan ngayah - pelayanan
yang tulus - kepada
Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan) dan alam semesta (Palemahan)
o
Sebagai
wahana komunikasi antar generasi muda Hindu dalam pencarian jati dirinya
o
Sebagai wahana bagi kaum muda Hindu untuk
mengekspresikan dirinya secara positif dan berlandaskan ajaran Dharma
o
Melakukan usaha untuk membina dan mendorong anggotanyaagar senantiasa mempertinggi kualitas srada dan
kesadaran batinnya
o
Melakukan
usaha untuk membina dan mendorong anggotanya untuk berekspresi dalam berbagai bentuk
kegiatan agama, sosial, seni, olahraga dan pemikiran pemikiranberdasarkan konsep ngayah.
Motto :
Love Life Gratitude
Salam
LoLiGra !
Inilah salam hangat dan semangat kami. Salam kami
adalah motto kami. Salam kami adalah cahaya terang jiwa kami.
Dalam citra luhur, SEKEHA DEMEN adalah sebuah ikatan atau
society, dapat dinamakan DEMEN SOCIETY dengan motto LOVE - LIFE - GRATITUDE yang kami singkat LOLIGRA sebagai salam
kami.
LOVE is Lifes commudity - KASIH adalah komoditas hidup;
LIFE is beautiful - HIDUP itu indah; Beauty is celestial GRATITUDE -
Keindahan adalah syukur Ilahi.
Makna ini dalam hidup sehari-hari berputar bagaikan pusaran abadi,
hilang malam timbul siang, habis gelap terbitlah terang.
DEMEN - nama sekeha (organisasi) kami adalah D=Dharma,
E=Emansipasi, M=Madani, E=Egalite dan N=Nobel.
Dharma adalah obor hidup untuk memperoleh peningkatan jasmani
dan rohani;
Emansipasi adalah peningkatan jasmani-rohani ini dapat dicapai
berkat Dharma dalam masyarakat modern yaitu Emansipasi;
Madani adalah hidup dalam masyarakat modern, demokrasi, tanpa
kekerasan, toleransi, rukun dalam persaudaraan;
Egalite adalah masyarakat madani menghormati persamaan hak tiap
orang tanpa perbedaan ras, warna kulit, status sosial, paham politik dan kepercayaan yang
dipeluk, dan ...
Nobel adalah dengan persamaan hak masyarakat manusia dapat
hidup berdampingan dengan damai, penuh kemuliaan Ilahi.
Terinspirasi dari pidato sambutan Bapak Nyoman
S. Pendit pada Hari Ulang Tahun Sekeha Demen ke-5, 20 Februari 2000