|
e
|
|
. webmaster .
| Makna Galungan | | 16 July 2011 UPACARA | Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. lebih detil |
| Rasa Aman dan Sejahtera | | 16 July 2011 UPACARA | HARI raya Kuningan dilambangkan sebagai hari raya yang penuh waranugraha bagi yang sukses berjuang menegakkan Dharma. Waranugraha dari Hyang Widhi itu berupa rasa aman (raksanam) dan sejahtera (dhanam). Rasa aman dan sejahtera sebagai karunia dari Hyang Widhi itu dilambangkan dalam banten Kuningan. lebih detil |
| "Sampian Tamiang" dalam Kuningan | | 16 July 2011 UPACARA | Simbol Perisai Diri dalam Menjaga Keamanan
HARI ini, Sabtu Kliwon (15/10) Wuku Kuningan, umat Hindu kembali merayakan Kuningan. Berbagai simbol perang dipasang dalam merayakan Kuningan, seperti tar (senjata), sampian tamiang dan endongan. Tamiang saat Kuningan merupakan pengekspresian simbol perisai diri atau pertahanan diri dalam menghadapi tantangan global. lebih detil |
| Memaknai Galungan dan Kuningan | | 7 June 2011 UPACARA | Oleh : I Made Murdiasa, S.Ag
GALUNGAN merupakan hari Pewedalan jagat, yang akan dirayakan pada hari Rabu keliwon wuku Dungulan, tepatnya pada tanggal 29 November 2006 ini, kita melakukan pemujaan pada Tuhan atas terciptanya Jagat dengan segala Isinya oleh Sang Hyang Widhi. Persembahan dan pemujaan terhadap Sang Hyang widhi, dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh kesucian, guna memohon kebahagiaan hidup dan agar dapat menjauhkan diri dari Awidya atau kegelapan. lebih detil |
| Cuplikan Mahasabha-Sanggraha Pinandita | | 5 December 2010 WARTA UMAT | “Singgih ratu Hyang Sinunggil” puniki titiang pribadi ngelungsurang menghaturkan angayubagianing hidep, puniki wantah metu saking adnyanan suklan titiange, riantukan maha-sabha puniki memargi lintang becik tur rahayu, niki wantah p lebih detil |
| Jiwa-Jiwa yang Merdeka | | 21 August 2010 ARTIKEL | Bulan Agustus selalu mengingatkan kita pada hari Kemerdekaan Indonesia, yang akan kita peringati bersama pada tanggal 17 Agustus mendatang. Enam puluh lima tahun silam, atas nama bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta menyatakan lebih detil |
| Anatta~Gotama Foundation | | 9 December 2009 WARTA UMAT |
Berniat menggandakan dan mendistribusikan buku
108 Tips Renungan Meditasi
Sedianya, mereka sudah bisa mulai didistribusikan antara akhir tahun 2009 sampai
awal tahun 2010.
Dan, kami membuka kesempatan kepada para dermawan yang berniat urun atau berdana
buku atau berniat memanfaatkannya di perpustakaan atau kalangan masing-masing.
Adapun biaya pengganti ongkos cetak dan pengirimannya Rp. 12.000,-/eksamplar.
Para dermawan atau pemanfaat buku, bisa mengirimkan urun atau biaya penggantinya
ke nomor rekening berikut ini:
BCA a/c No. : 748-060-3707
a/n Regy Gie Ciu [Hp. 0816 77 0001].
CIMB NIAGA a/c No. 428-01-00345- 18-0
a/n Adji Mudita [Hp. 0811 9372 77].
Mohon diinformasikan pada kami apabila telah melakukan transfer guna pencocokan
dan pertanggungan jawab. Informasi bisa dilayangkan ke
beceka-owner@yahoogroups.com
atau via SMS ke nomor-nomor di atas.
lebih detil |
| Anehkah kalau kita selalu terkecoh? | | 8 December 2009 ARTIKEL | Umumnya, kebaikan dan kearifan seseorang dinilai dari apa yang ia perbuat dan apa yang ia ucapkan. Karena tanpa itu kita tidak punya cukup bahan untuk menilainya. Padahal, apa yang kita ketahui sebagai diperbuat dan diucapkan oleh seseorang, bukan saja hanya sebagian kecil saja dari apa yang sebetulnya ia perbuat dan ucapkan, akan tetapi itu belumlah mencerminkan seluruh kiprahnya. lebih detil |
| Pemulung dan Panci Ajaib. | | 8 December 2009 Anatta Gotama | Si pemulung dalam dilema. Tapi ia berkeras-hati untuk tetap membagikan sebagian, walaupun ia sendiri harus menanggung lapar karena tidak terkenyangkan secukupnya. Sebagai akibatnya, ia mesti turun dan lebih sering memulung lagi. lebih detil |
| Bekerjanya Diam. | | 8 December 2009 Anatta Gotama | Yang didambakan oleh sang mahayogi hanyalah Sunya, ketika pikiran diam, ketika wujud sirna; Sunya sangat indah, juga sangat sukar diungkapkan lewat kata-kata.
~Danghyang Nirartha; "Kekawin Dharma Sunya". lebih detil |
|
|
|