|
e
|
| |
| 647). | Budy Sanjaya (Denpasar) | | | | | | | | | Om Suastiastu
Salam kenal to all
Saya senang sekali dengan adanya situs ini, Tks Budy | | | 28 November 2007 23:36:35 |
| 646). | Agus Merta Suryasa (Sidoarjo) | | | | | | | | | Om Swastiastu, Gimana kbr ms yang ada di nusantara nama saya agus saya pria 27 thn mau mencari jodoh bisa ndak mencarikan kalau bisa satu umat sekian Om Santih Santih Santih Om | | | 1 October 2007 21:25:21 |
| 645). | gd (denpasar-bali) | | | | | | | | | om swatiastu. ini pertamakali saya buka situs ini, itupun secara kebetulan karena sebelumnya saya sedang menelusuri wikipedia cari info. secara umum sangat membantu saya menambah wawasan hindhu saya yang terus terang sangat sangat minim. salam kenal semuanya,silahkan kirim info, pesan atau apapun ke email saya:sawi_ne@hotmail.com.terimakasih,om shanti, shanti, shanti om | | | 1 October 2007 21:23:51 |
| 644). | NI PUTU EKA PURNAMASARI (BOGOR) | | | | | | | | | OM SWASTIASTU
SENANG MENGETAHUI ADANYA WEBSIDE HINDU DI INDONESIA.
SEMOGA DENGAN HADIRNYA WEBSIDE INI DAPAT MEMBANTU KITA DALAM MEMAHAMI AGAMA HINDU SERTA DAPAT BERINTERAKSI DENGAN TEMAN SEAGAMA
SALAM KENAL | | | 1 October 2007 21:22:19 |
| 643). | NI PUTU EKA PURNAMASARI (BOGOR JAWA BARAT) | | | | | | | | | MENURUT SAYA SEDIKITNYA PENGETAHUAN DAN DASAR TENTANG AGAMA YANG KUAT PADA GENERASI MUDA SAAT INI TERMASUK ANGKATAN SAYA,MENYEBABKAN SEBAGIAN DARI KAMI MEMILIH MENGANUT AGAMA YG BERBEDA.DAN TENTU SAJA MENJADI HAL YANG SANGAT MEMPRIHATINKAN. SEMOGA DENGAN ADANYA WEBSIDE INI DAPAT MEMBANTU KAMI AGAR TETAP MENJAGA DAN MELESTARIKAN ADAT SERTA AGAMA YG TURUN TEMURUN HIDUP DAN TUMBUH DI HATI KAMI. NB. | | | 1 October 2007 21:20:42 |
| 642). | Budy Sanjaya (Denpasar) | | | | | | | | | Om Suastiastu
Salam kenal to all
Saya senang sekali dengan adanya situs ini, Tks Budy
20 May 2007 2:49:45 | | | 13 June 2007 22:4:31 |
| 641). | richa andriana (korea) | | | | | | | | | OM SWASTYASTU Senang sekali saya bisa menambah wawawan keagamaan disini!!!11 om chanti,chanti,chanti om
19 May 2007 23:10:46
| | | 13 June 2007 22:1:54 |
| 640). | Pedati Palu Sulteng(pEMERHATI BUDAYA tRA (sULTENG ) | | | | | | | | | Benteng Budaya Sebagai salah satu media pertahanan Dibangun diera modernisasi untuk mempertahankan keutuhan budaya yang beradap serta mengahargai nilai-nilai kearifan tridisi leluhur dari arus gempuran modernisasi yang negatife merusak tatanan moral bangsa. Sejak beberapa tahun yang lalu kekuasaan kolonial belanda dan kekejaman bangsa jepang, protugis dan kini terus diwarisi bangsa sendiri sebagai penjajah. Kita tidak akan pernah bernafas lega dari hawa penjajahan. Gerakan penghancur bangsa yang dimulai dari modernisasi memanfaatkan teknologi sampai memanfaatkan SDM yang takbermodal budaya untuk menghancurkan kebudayaannya sendiri. Beberapa cara dilakukan dari menggunakan media diskotik, club malam, lokalisasi, Café remang-remang, Televisi, Hp, computer dan majalah porno serta sarana hiburan lain sebagai alat untuk menghancurkan kebudayaan dengan memanfaatkan media itu kehal yang negative. Tidak sadar generasi kita telah digempur habis-habisan moralnya dan kini sok ikut-kutan dan menyerahkan dirinya pada tradisi barat yang tidak memberi kesempatan terhadap tradisi kita untuk hidup. Yang hidup adalah pergaulan bebas, bebas berekspresi dengan mengkonsumsi narkoba, konsumsi hiburan malam yang menyesatkan, dan masih banyak lagi yang tidak pernah dikalukan moyang kita dulu. Di kota Palu telah masuk serangan modernisasi yang melumpuhkan aktifitas budaya dan tumbuh hiburan-hiburan yang mengeser nilai-nilai budaya lokal. Apa yang terjadi yang menimpa generasi kita apa yang dirasakan masyarakat kita apa yang sekarang kita lalukukan inilah pertanyaan yang harus segera dijawab kalau kita memang ini adalah tanggung jawab bersama. Di Kota kecil Palu ada sekelompok Pemuda Pemerhati tradisi (Pedati) didirikan 2006 telah menyusun gerakan membangun benteng budaya dengan kekuatan apa adanya yang dimulai dari menyusun benteng awalnya adalah silaturahmi dengan pelaku budaya, terlibat dalam aktifitas budaya tradisi Kaili, memgumpulkan instrument musik tradisional, melakukan perekaman musik tradisional dikantong kantong budaya di wilayah Palu. Meramu database budaya menjadi informasi, dan meramu musik tradisi menjadi senjata. Pedati mengajak siapa saja yang merasa memiliki kepedulian terhadap budaya untuk menyatukan kekuatan menyusun barisan terdepan dan memanfaatkan budayanya kembali sebagai alat perekat pemerasatu bangsa, karena masih tangguh sebagai senjata untuk melumpuhkan garakan Globalisasi yang negatif. Musik sebagai senjata untuk mengkampayekan karya dengan gerakan budaya Pedati mengarasemen musik yang bernuansa tradisi, dengan memberikan muatan syair membangkitkan semangat mencintai budaya sendiri dengan sentuhan warna musik baru dan mudah diterima oleh semua kalangan. Ada pula lagu berceritra tentang sebuah kasih sayang yang hilang dalam bahasa Kaili ” matuvu mosimpotove” untuk merekatkan kembali persaudaraan. Ada lagu yang mengajak untuk menjaga kelestarian hutan, ada lagu untuk mempertahankan Musik tradosional Kakula (alat musik seperti gamelan) biasanya dipakai pada saat pesta perkawinan dan sunatan. Pedati kini memperkuat benteng dengan mengumpulkan alat musik tradisional dan akan membangun galery Musik etnik. Agar generasi muda sekarang dapat mengenak musiknya sendiri. Pedati juga mengabadikaan Musik daerah musik rakyat untuk dipertahankan dan berusaha untuk melakukan perlindungan terhadap karya intelektualnya. Benteng budaya dibangun disalah satu kawasan wisata dalam kota Palu yaitu Tama Ria Palu di gedung Hasan Bahasyuan, aktifitas disana adabermacam macam, diskusi budaya, latihan seni musik, teater, dan melaksanakan pertunjukan musik tradisional. Hasan Bahasyuan adalah salah seorang toko kesenian di kota Palu yang banyak berjasa untuk daerah ini dengan karya karyanya yang fundamental mengilhami para seniman lainnya didaerah ini terus berkarya kini beliau telah tiada sebagai mengenang jasanya dinamakanlah gedung kesenian itu dengan nama beliau. Kini salah satu agenda yang dilakukan pedati yaitu menjalin kerjasama antar lembaga peduli budaya ”Jalin ”(jaringan film independent) Sulteng. Membuat Film dokumentasi tentang kehidupan masyarakat Tompu suku kaili asli berdialek ledo yang tinggal dipegunungan sebelah timur Palu. Kesehariannya adalah bertani dan terus mempertahankan tradisinya bertanam secara tradisional, dan masih terus menjaga kebiasaan mereka dengan hidup sederhana dan memiliki banyak kekayaan nyayian rakyat baik sebelum melakukan penanaman padi atau saat panen. Dan paling sering melaksanakan upacara ritual dan masih teguh memegang adat istiadatnya. Pedati juga membangun rumah produksi Gendang (Gimba) di desa Salena salah satu desa yang luput dari perhatian pemerintah terletak diwilayah pegunungan sebelah barat kota Palu. Dengan mengupayakan terbangun sebuah ekonomi kerakyatan dan terus mempertahankan budaya Gimba yang kini hampir tidak ada lagi generasi sekarang yang dapat membuatnya. Benteng budaya seperti inilah yang dibangun dan diharapkan menjadi pondasi yang kokoh dari kebudayaan kita. Alasan kuat mempertahankan budaya karena bangsa kita adalah bangsa berbudaya yang beradab bermartabat dan bertahan dalam nilai luhur nenekmoyang. Jika ini hilang maka tidak ada lagi tempat kita untuk mengakui bahwa kita bangsa berbudaya. Dari Smit LaLoVe
16 May 2007 11:43:30
| | | 13 June 2007 21:59:55 |
| 639). | gede arda (singaraja) | | | | | | | | | sangat bagus kalau ada banyak media yang memberikan informasi tentang hindu labih jelas dan lebihh bijak. kita tentuk juga tidak ingin menjadikan hindu sebagai agama tanpa pengetahuan karean itu kajian hindu yang lebih ilmiah harus lebih banyak. karea tantangan di depan dari agama adalah...ilmu pengetahuan....
8 May 2007 21:43:2
| | | 13 June 2007 21:57:15 |
| 638). | gede arda (singaraja) | | | | | | | | | sangat bagus kalau ada banyak media yang memberikan informasi tentang hindu labih jelas dan lebihh bijak. kita tentuk juga tidak ingin menjadikan hindu sebagai agama tanpa pengetahuan karean itu kajian hindu yang lebih ilmiah harus lebih banyak. karea tantangan di depan dari agama adalah...ilmu pengetahuan.... | | | 6 June 2007 4:12:9 |
| 637). | i nyoman gede umbara wisudha (Bandung) | | | | | | | | | saya berharap ada kolom muda mudi, karena sulit sekali berkenalan dengan orang bali (hindu)diluar bali | | | 7 May 2007 22:52:22 |
| 636). | Putu Prapti Utami (Rawamangun) | | | | | | | | | Pas buka web sitenya trus ada suara gamelan, yang membuat tentram banget rasanya dan pingin berada di lingkungan Pura....juga kembali ke kampung halaman... Salam, Prapti & Fam | | | 20 April 2007 3:59:18 |
| 634). | Sudarman (Makassar) | | | | | | | | | Om Swastyastu. Walau agak telat, saya turut mengucapkan SELAMAT HARI RAYA NYEPI. Semoga kedamaian ada dalam setiap sanubari umat manusia atas tuntunan Hyang Widhi Wasa. Terima kasih. saya tumben berkunjung ke situs ini. ternyata banyak informasi yang bagus. Ok. selamat bekerja demi Hindu, demi umat manusia. Om Santi Santi Santi Om... | | | 29 March 2007 4:49:30 |
| 633). | I Made Surata (Br. Klod Ungasan, Kuta ) | | | | | | | | | Selamat hari Raya Nyepi tahun Caka 1929,semoga tuhan mengampuni segala dosa yang telah kita perbuat dan memberi perlindungan kepada kita semua agar terhindar dari mara bahaya dan bencana alam | | | 14 March 2007 2:54:22 |
| 632). | I Nyoman Kartiko (Desa Buahan Tabanan Bali) | | | | | | | | | Saya Bangga Menjadi Hindu, Tingkatkan terus srada dan bakti kepada Ida Hyang Widhi wasa | | | 6 March 2007 20:19:16 |
|
|
Mengisi Buku Tamu
|