Hindu-Indonesia.Com
Ucapan Terima Kasih   |  Opini Anda Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Warta Umat
Diskusi tentang Banten

 

 

Pesan/Kesan


[1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29]   


280). Sebastian Lange (Singapura) 
 sglange@yahoo.com.sg
 

Greetings to all! Today, I was just browsing the internet for the fun of it then I was thinking why not try to learn something of my ancestors culture and beliefs especially my nenek moyang who was a Balinese and from Tabanan. Thereafter I chance upon your site through Google and the hapiness was in me in finding such as a site however from what I have seen is that something more should have been done and that is to really detail the adat of Bali. I know that this is not easy and should be given a try. If this is given a chance then any Balinese in the diaspora will know what it is to be Balinese and I for one will be happy with a project of this nature. Any Balinese who comes across the surname and who knows the history of Bali will know who my ancestors were. Anyway, keep up the good work and hope this site will be informative for those Balinese in the diaspora. I am sorry for not writing in Indonesian cause my written knowledge of the language is not good even though I speak the language. Sebastian Lange SINGAPURA

 7 January 2004 4:19:54
279). I Ketut Saguna ( - Balikpapan) 
 ketutsaguna@telkom.net
 http://balikpapan.depkeu.go.id/kpdikr
 

Om swastyastu, kalau saya membaca komentar dari teman-teman yang menulis di buku tamu ini, sebetulnya kita itu mempunyai persepsi yang sama tentang Hindu. Memang kita jengah terhadap kondisi yang terjadi terutama di Bali yang boleh dikata sbg barometernya Hindu di Indonesia. Bali secara diam-diam sebetulnya sudah diserang secara sistematis dari luar. Kita sangat bangga dengan sanjungan atas keberhasilan KB, padahal itu menghambat pertumbuhan pemeluk Hindu di Bali. Belum lagi ditambah dengan yang paid bangkung/kaung. Kita juga sangat bangga dan terlena dengan pujian-pujian yang lain. Bali sekarang bukan lagi berpredikat Pulau seribu pura, karena sudah banyak dibangun tempat ibadah agama lain, termasuk disekitar Pura Besakih. Kita sudah terkurung dan diserang habis-habisan secara sistematis. Kita sebagai generasi muda harus waspada terhadap hal ini. Jangan cepat merasa tersanjung dengan pujian, karena sanjungan kadang berisi tipuan, lebih baik mendengar hal-hal yang pahit tentang kita, karena biasanya pendapat itulah yang jujur. Parisada dalam hal ini harus lebih peka terhadap permasalahan umat jangan hanya berselisih pendapat saja. Mengenai bebanten, saya tidak tahu apakah ada Weda kita yang membahas tentang banten?. Setahu saya itu hanyalah hasil kreativitas manusia (budaya Bali). Jadi bukan bersumber dari Weda (mohon dikoreksi bila salah). Tetapi kenapa dalam bersembahyang terutama bila Piodalan di Pura-pura, banten merupakan komponen pokok, dengan kata lain kalau tidak ada banten, maka upacara Piodalan tidak bisa dilaksanakan, dengan demikian bersembahyang juga tidak bisa dilaksanakan. Padahal tidak semua orang Hindu (di Bali sekalipun) bisa membuat Banten. Hal ini saya kemukakan, karena salah satu faktor orang enggan masuk Hindu atau keluar dari Hindu karena rumitnya agama Hindu (harus bisa bikin banten) setidaknya menurut pendapat mereka-mereka yang paid bangkung/kaung. Mohon pendapat teman-teman yang masih peduli dengan Hindu untuk mengurangi kebingungan saya mengenai banten ini. Sekian dulu dari saya, mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Om Santi Santi Santi Om.

 1 January 2004 22:14:52
278). Gusur Stalianto ( Surabaya Jawa Timur) 
 gusur_2000@yahoo.co.uk
 

Om Swatiastu Sebaiknya para siswa/mahasiswa Hindu lebih sering meyelenggarakan diskusi/seminar yang berkaitan dengan Agama Hindu supaya, para generasi muda Hindu tidak terpengaruh oleh ajakan agama lain yang katanya membawa kebenaran. Apalagi di Bali, jangan karena Hindu mayoritas kita santai-santai saja. Saya juga mengusulkan pada situs ini diadakan diskusi-diskusi menyangkut eksistensi Agama Hindu/ agama Weda Om Santhi, Shanti, Shanti Om

 31 December 2003 5:40:1
277). eka dhyana ( denpasar) 
 cittacora@yahoo.com
 

Di indonesia/bali khususnya harus ada organisasi spt shiva sena di india, yg mpy anggota-anggota yg militan, jadi begitu ada pelecehan thd hindu oleh pihak agama lain spt misionaris, mereka bisa mendatangi misionaris itu untuk mengklarifikasi ataupun berdebat ttg agama, kalau perlu bawa sedikit masssa sekedar sbg shock therapy dan terliput oleh media massa, maka kita kudu pinter ttg hindu om shanti, shanti, shanti

 31 December 2003 3:13:8
276). Sudana 
 imsunnes@yahoo.com
 

Om Swastiastu, Banyak di antara kita sibuk berperkara dengan aturan,bebanten,tatacara persembahyangan bahkan yang paling menyedihkan rebutan pengaruh muput di pura dengan argumentasi yang tak jelas. pertanyaan saya, apakah kita sudah betul dalam mengimani Hindu ? Banyak sloka yang sudah menjelaskan, bahwa Ida Sang Hyang Widhi itu adalah sumber cahaya,(B.Gita 9:18),dan sangat jelas dalam B.Gita (8:26) ada dua cara untuk meninggalkan dunia yang satu dalam cahaya dan yang lain dalam kegelapan. Jika dalam cahaya dia tidak kembali lagi, tetapi yang dalam kegelapan dia akan dikembalikan. Sloka B.Gita (9:25) mengatakan; orang menyembah dewa-dewa akan dilahirkan di antara para dewa,orang menyembah leluhur akan pergi keleluhur, orang menyembah hantu dan roh halus akan dilahirkan di tengah tengah mahluk seperti itu dan orang yang menyembahKu akan hidup bersamaKu. Pertanyaan saya kepada para penglingsir dan yang mengerti tentang keimanan Hindu: Apakah yang dilakukan oleh hampir semua umat dalam bentuk keseharian itu sudah menyentuh sloka 9:18 dan atau baru sampai pada makna sloka-sloka yang lainnya dari sloka di atas? Ataukah itu bahkan bukan baru pada taraf penyembahan personifikasi dari fikiran sendiri dan belum pada esensi Cahaya terang yang sebenarnya ?

 27 December 2003 2:15:29
275). DHARMA .... ( - indonesia) 
 gda14@hotmail.com
 

om swasty astu...saya sangat senang sekali membaca buku tamu di web site ..ini namun saya juga punya pendapat lain ..kalo kita selalu ribut masalah agama itu salah ...saya setuju selkali pendapat ttg agama dgn anand krhisna...saya pernah baca buku nya ttg peceragah ...BERSAMBALA...saya agama hindu sejati dalam diri dan tidakan saya tidak pernah lupa ..dgn ajaran hindu ..walaupun saya tidak hapal dan ajrang sekali belajar ttg kitab tapi saya kira ..agama hanyalah pelajaran TK...yg waktu tk kita diajaran banyak hal ...ttg sekolah dll...begitu juga agama..selalu mebirikan ,dan mengajari hal yg baik...mana ada agama yg mengajari hal yg ..buruk >>>TIDDDDDDAAK ADA....begitu juga waktu tk kita diajari hal2 yg baik oleh guru supaya bisa ..jadi orang yg berguna dan bisa melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi ...nah kalo hal nya kita selalu ribut masalah agama ..itu saya ..bukankah org ...semenjak lahir sudah bebas memilih agama...<> yg penting dalam hidup ini punya prinsip..dan segala tidakan dan pikiran,perbuatan,kata2..jgn pernah..buruk ..itu sama hal nya org yg udah tamat univeritas....org yg siap dan ahli..nah..sekarang kalo ada ...hal ttg paid kaung/paid bangkung..itu sisrem di indon harus ..di perbaiki..kenapa dalam rumah tangga..atau org yg mau manikah masih dilarang ..ada dua agama ..bukan kah agama itu ..hal yg private<> krn bagi saya hindu lah yg ..paling universal ,flaksible..menuruti segala jaman dan mudah diterim oleh org yg bukan ingin hal yg fanatik....krn saya sedih..banyak pejabat..tinggi...katanya beragama tapi tidak punya moral agama dan kelakuan nya ..meyimpang dari agama ...itu sama hal nya masih tk ttg agama ......dan ttg umat hindu yg ada di bali ..banyak sekali ..saya kira masih terlalu majemuk oleh adat.....<<>yg penting ..prinsip dalm beragama bukan hal yg egois,fanatik..dll...itu berakibat buruk...jadi sekian pendapat saya ....mohon...kritik nya ...dan kalo ada banyak kata2 saya yg salah saya mohon .maaf..om shanti,shanti,shati..om

 21 December 2003 6:22:28
274). Sang Nataraja ( Denpsar- ) 
 bali_sarjana@yahoo.com
 

Semoga semua berbahagia. begitu sulitkah mencari jati diri hindu yang sejati, shg rasanya semua hampa. Kalo teori rasanya saya punya segudang, tapi begitu merealisasikannya sulit sekali. ada apa yaa belum lagi silang pendapat antar cendekiawan, tabuh rah yg sulit dihapus, bazar miras merajalela, kasta bali tak kunjung selesai, upacara yadnya yg sebatas rutinitas yg katanya menyenangkan hati para leluhur/dewa. benar begitu...../ Yang paling kentara adl umat bali &luar bali jalan sendiri sendiri mencari kesujatian itu sendiri. belum lagi umat yg paid bangkung/paid kaung ,........Bertanya pada rumput yg bergoyang.....? Setiap hari saya berdoa semoga lahir PAN BUNGKLING di jagat bali ini. Pada jaman kali yg perlu ditingkatkan adl smaranam, sankirtan, pujanam. tolooong dooong .....!

 21 December 2003 1:50:46
273). i putu sudano ( denpasar) 
 putu_sudano@yahoo.co.uk
 

Loka samastah sukhino bhawantu. Ijinkan saya urung pendapat sedikit. Wajar saja umat hindu merasa dirinya begitu TER... kalo melihat dari sejarahnya Kitab suci Weda adalah ibunya dari segala agama (zeehner) didalam perkembangannyapun sedikit sekali terjadi pertumpahan darah (kurang lebih 5000 th yang lalu). Sekarang org barat rame-rame datang ke bumi India untuk belajar kedokteran (ayur weda) Fisika, astronomi dll. Kita lupa bagaimana TAT TWAM ASI begitu diagungkan dan konsep awal dari adanya perlindungan HAM, TRI HITA KARANA yang walaupun saat ini dibelokan artinya oleh orang yang tidak bertanggungjawab begitu diagungkan oleh masyarakat indonesia (arti sebenarnya baca buku karangan I Gst. Ketut Kaler), BHAGAWADGITA yang begitu mulianya merupakan acuan dari ajaran tatwa dan budipekerti yang tiada bandingnya. apakah itu bukan TER..., Namun disayangkan umat kita (hindu di bali) jarang membuka mata untuk itu , karena menganggap apa yang ada di bali adalah yang ter... Bukankah bali yang mencoreng hindu itu sendiri, dimulai dari tajen yg dikatakan upacara kurban, bazar antar banjar yang berakhir duel, konsep catur warna yang dibelokan menjadi kasta. Maka dari itu yg di butuhkan bali adalah PAN BUNGKLING sejati. Konsep ajawera dan gugon tuwon yang sampai saat ini kita takut untuk membantahnya. WEDA kalau boleh saya ibaratkan sebuah hutan yang sangat luas dan lebat (mencakup lebih dari 64 cabang ilmu pengetahuan) yang begitu disakralakan oleh umat hindu di Bali. Mungkin karena saking luas dan lebatnya kita dilarang untuk memasukinya karena takut tersesat dan bahkan jadi gila. Disisi lain orang-orang barat begitu mudahnya keluar masuk hutan dan menjamah isinya. kita sebagai pewaris hutan hanya melihat sisi luarnya saja. Banyak sudah teori-teori yang didapat hasil dari pengkajian weda. Weda sebagai ibu dari alam semesta ini mengharuskan kita untuk mengenalinya. Bagiamana mungkin kita sebagai anaknya tidak mengenali ibu kandung kita sendiri. Salahkah jika umat kita disusui oleh umat lain karena kita tidak mengenal ibu yang sejati (weda). Umat kita banyak yang lompat pagar hanya karena sebuah roti dan supermi (paid bangkung). Itu bukan salah mereka, karena kita kurang memperhatikan keadaan mereka. Kita lupa bahwa agama bukan hanya urusan kita dengan tuhan, namun juga urusan manusia dengan manusia lainnya dan manusia dengan lingkungannya. Terkadang kita disibukan dengan upacara agama yang begitu wah, namun kita tak peduli dengan sesama kita yang juga sangat membutuhkan perhatian. Dan masih banyak lagi budaya usang yang patut kita kaji kelayakannya seiring dengan kemajuan jaman. Kalau boleh saya berpesan mintalah warisan ilmu pengetahuan daripada warisan pura yang megah. Nah itulah tugas kita bersama untuk membuktikan bahwa benar HINDU IS THE BEST dan bukan hanya PEPESAN KOSONG. Ngiring.............. OM SHANTI, SHANTI, SHANTI OM

 20 December 2003 7:33:49
272). GINA ( - BALI) 
 ginradar@yahoo.com
 http://--
 

OS.. Om anobadrah kretawu yantu wiswatah Pertama. mohon maaf jika ada kata yang salah... karena saya adalah orang baru disini... Kedua saya ingin bertanya mengapa kita berpikir Hindu itu selalu yang terbaik. Dalam pengertian saya TER itu berati paling... mungkin kalau kita berpikiran seperti itu kita adalah orang yang egois, karena menganggap apa yang kita adalah paling baik sedangkan punya orang lain tidak baik atau paling tidak punya kita diatas yang dipunyai orang lain. Kalau itu hanya untuk menyenangkan kita (memotivasi), ataua karena milik kita saya sangat tidak setuju. pasalnya dengan demikian kita akan sangat arogan dengan kehinduan kita, saya kembali bertanya kepada orang yang menganggap Hindu adalah yang TER baik. Saya adalah orang HIndu, ortu, kakek, buyut, KElab saya adalah orang hindu tulen, namun saat ini saya tetap berpikir bahwa punya saya adalah baik dan punya orang lain juga baik. kita sama baiknya. Karena setelah saya dalami, kita memunyai kesamaan dengan agam lain, mungkin cara kita yang berbeda. Kesamaan yang saya maksud bahwa kita sama-sama memuja TUHAN (kesamaan kesatu). Dan dalam ajaran setiap agama tidak ada yang mengajarkan yang tidak baik (kesamaan kedua). dan masih banyak kesamaan kalau kita mau mencari. Maka dari itu bagi saya kita tidak jamannya lagi berdebat bahwa agama kita adalah yang terbaik.... karena itu justru akan menimbulkan masalah baru.. Mungkin agama lain menggunakan hal itu untuk mencari umat, kita tidak usah ikutan karena Hindu tidak pernah mengajarkan kita untuk mengajak orang lain yang sudah memiliki kepercayaan masuk hindu dengan imbalan sarimi atau kita masuk sorga jika kita bisa menghindukan orang lain.......... yang HARUS Kita lakukan mari kita memperdalam kehinduan kita dengan cara banyak belajar dan memahami makna didalammnya... Ketiga..maaf jika ada yang tidak berkenan, dan mohon tanggapan karena saya tidak begitu dalam mengenal HINDU. NAMASTE (Aku memuja tuhan yang ada dalam dirimu) (gin)_.

 20 December 2003 6:19:28
271). Putu Mega Nada Arya Kutawaringin (Baler Bale Agung, Negara) 
 pnada7@yahoo.com
 

Om Suastiastu, Om Tat Sat, Om Tat Twam Asi, Menurut keyakinan saya, bahwa Hindu itu bukan hanya sekedar ajaran yang Universal, tetapi juga ajaran yang mengajarkan bagaimana semua mahluk hidup ciptaan Tuhan itu harus berinteraksi. Semuanya dijelaskan bawah semua yang diciptakan Tuhan itu mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Tidak ada yang tidak berfungsi atau tidak ada yang tidak berguna, semuanya berguna. Karena semuanya merupakan bagian dari Karma, bisa merupakan sebagai media, alat atau apa saja. Dalam Hindu semuanya boleh berpikir bebas, boleh berbeda asalkan masih berada dalam lingkungan dan berpedoman pada Weda. Selama kita berpikir, berbuat dan berbicara ada dalam pedoman Weda, maka kita akan menemukan kebaikan, kebaikan seorang Hindu. Om Shanti Shanti Shanti Om

 19 December 2003 9:26:30
270). i putu sudano ( denpasar) 
 putu_sudano@yahoo.co.uk
 

Om suastiastu, Sebelumnya tyang minta maaf atas kesalahan tulisan yang tyang buat, dan tyang ucapkan terimakasih terutama kepada I Ketut Saguna di Balikpapan atas koreksinya (sesuai dengan maksud tulisan tyang). Tulisan yang tyang buat sebenarnya hanya untuk menggugah para generasi muda hindu untuk merasa jengah atas keadaan umat kita terutama yang ada di desa terpencil di luar Bali. Bukan bermaksud untuk promosi karena Hindu bukan agama promosi, dan bukan sebuah produk yang harus dipromosikan. Sekali lagi tyang ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah menanggapi secara langsung melalui e-mail tyang maupun melalui buku tamu ini.... Semoga fikiran yang baik datang dari segala penjuru semoga semua mahluk hidup berbahagia lokasamasta sukino bawantu OM shanti, shanti, shanti OM

 19 December 2003 3:58:36
269). Putu Panji Sudira (Jogjakarta) 
 putupanji@telkom.net
 

Om Suastu asti : Suksmaning manah titiang haturang ring sameton sinamiyan sane sampun wenten ring buku tamu situs puniki. Ngiring margiyang pasitran puniki jantos langggeng.Titiang Putu Panji Sudira ngayah ring Fakultas Teknik UNY Jogjakarta.

 18 December 2003 4:12:15
268). Nyoman Budiartha (Georgia-USA) 
 nyobud@aol.com
 http://geocities.com/newbali
 

Senang sekali tiang temukan website anda. Tiang sudah di USA sejak Maret 1993, dan pulang ke Bali berlibur 3 kali. Rindu sekali tiang untuk pulang lihat orang tua. Perkembangan di Bali sangat pesat; Semoga saja tidak banyak dampak negativenya. sekian Nyoman

 15 December 2003 21:39:17
267). Ganesha (JKT) 
 dewagajah@yahoo.com
 

Saya adalah orang Hindu keturunan India yang lahir dan besar di Indonesia. Dengan adanya web ini, sangat membantu untuk menjawab semua keraguan dan pertanyaan-pertanyaan yang ada didalam benak saya selama ini. Untuk Wacana, ada baiknya kita menggunakan bukti dari kitab-kitab bukan hanya sekedar pemikiran seseorang belaka. Keep Up the Good work for GOD!

 13 December 2003 22:22:52
266). Gusur Stalianto (Surabaya) 
 gusur_2000@yahoo.com
 

Om Swastiantu Saya adalah seorang pemeluk Agama Hindu asli Jawa, semua saudara-saudara dan kerabat saya sudah banyak yang berpindah agama baik karena perkawinan maupun karena pengaruh agama lain. Di keluarga saya,hanya generasi ayah saya,dan saya yang memeluk agama Hindu, agama leluhur saya. Saya sangat meyakini kebenaran Hindu dan Kitab Suci Weda dan saya juga meyakini bahwa 500 tahun setelah akhir abad ke 15 di tanah Jawa akan lahir suatu agama budhi yang apabila ditolak kehadirannya menyebabkan Tanah Jawa hancur lebur luluh lantak. Saya saat ini kuliah di Surabaya, daerah saya di Jawa Timur banyak sekali peninggalan-peninggalan kebudayaan Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit maupun sebelumnya berupa candi-candi namun sekarang candi itu tinggallah puing-puing, kalaupun ada yang masih kokoh, daerah di sekitar candi itu sengaja dibuat menjadi pemakaman umum masyarakat sekitar.Saya sangat sedih sekali sekali, lewat situs dan buku tamu ini saya selaku umat Hindu Jawa asli sangat memerlukan sekali pencerahan dan bantuan dari saudara-saudara umat Hindu di Indonesia, bantulah kami-kami sudah hampir terosolir. semoga Tuhan Hyang WidHi selalu melindungi umatnya. Om Santhi,Santhi,Shanti Om

 13 December 2003 11:36:1
[1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29]   

Mengisi Buku Tamu