Pura Kerta Jaya Tangerang

Pura Kerta Jaya

PHDI Tangerang

KSHD Tangerang

Permudita

A r t i k e l

Warta Umat

H o m e

 Artikel
 
  Tahapan Galungan vs Kearifan lokal
 

OM Svastyastu,

Inggih suksme atas pertanyaan puniki, yang JMS rasakan, mau tidak mau suka / tidak suka sebenarnya kita sudah diajak untuk Berkata berpikir secara universal, sebenarnya kalau kita lihat apa yang para leluhur kita di Bali kerjakan / merayakan galungan itu sesungguhnya adalah merupakan Local Genius, yang proyeksi universal.

Mari kita lihat Tahapan tahapan dari Hari raya Galungan sebagai berikut

1. Periodiknya (210) hari sekali, hal ini adalah merupak short therm program

2. Galungan adalah sebuah kemenangan - Galung - Jaya - Sukses

3. Untuk mencapai sukses tentunya ada suatu Goals - sasaran - target yang jelas

4. Setelah jelas sasaran / target disitulah adanya suatu perencanaan yang terperinci (PIC)

5. Sebenarnya terperinci inilah para leluhur kita sudah membuat tahapan2 sesuai dengan tahapan Hariraya Galungan dan kuningan diantaranya adalah sebagai berikut.

- Mulai turunnya pengetahuan Saniscara umanis watugunung

- Buda Kliwon Pagerwesi - set Goal and Objective - statement

- Tumpek landep - Preparation check semua persiapan-Test kemantapan hati

- Tumpek Wariga - perbekalan dalan industry pertanian - Industry primadona saat itu

- Tumpek Kandang - Industry Peternakan - juga berupa bagian dari logistik Demikian pula dari persiapan yang terjauh s/d yang terdekat, sugihan tenten, sugihan Jawa, sugihan Bali, Penyekeban, penangkapan, penampahan, Galungan, Kuningan dan akhirnya Bude kliwon pegat uwakan - Revisi semua antara Goal Objective dan result.

Adakah suatu penyimpangan Deviasi yang kita lakukan selanjutnya improvement Sehingga sasaran hidup "Suka tan pawali duhkita" Bahagia yang tidak berdampak duka, baik terhadap diri kita pribadi maupun orang lain termasuk sarwa prani hitangkarah.

dengan prinsip mencapai tujuan ( Moksartam Jagadita ya chaiti dharma) yang berlandasan Catur Purusharta, Dharma, Artha, Kama, dan Moksa. Dengan tahapan Pendekatan diri kepada Sang sangkan paraning Dhumadi diantaranya.

1. Swa-artha - Niyasa Symbol symbol ( dari kosong mempunyai bentuk, dari bentuk ada kekuatan) atau sering kita dengan Yatram, mantram dan Tantran ( Upa cara ) Upa = dekat, Char = Gerak Termasuk Nava Wida-Bhakti

2. Para-artha = Belajar Agama mendalami Spiritual untuk diri kita terlebih dahulu sebelum membalajarkan orang lain

3. Parama-artha = Setelah kita kuasai dirikita lahir dan bhatin barulah kita menjadi sang sane mumpuni, belajar spiritual untuk orang lain sesuai dengan tahapan hidup kita dalam Catur-asrama Brahmacarya, Greha sta, Wanaprasta, dan Biksuka / sanyasin

Demikianlah Galungan dalam kekinian yang telah diimplementasikan oleh para leluhur kita sejak ratusan tahun sebelumnya, yang di tarik dalam Perspektip kearipan lokal namun sebenarnya mempunyai makna dalam proyeksi Universal.

Namaste.

 
 Source :   Jero Mangku Made Sudiada
 

 Search for  

New Page 2
Candi Bentar
 
padmasana1
 
Pura Gunung Salak
 
Tari Topeng