Pura Kerta Jaya Tangerang

Pura Kerta Jaya

PHDI Tangerang

KSHD Tangerang

Permudita

A r t i k e l

Warta Umat

H o m e

 Warta Umat
 
  Tirta Yatra Tempek Wiradharma
 

Berikut selayang pandang perjalanan suci mencari air suci (Tirta Yatra) yang dilakukan umat dan warga krama tempek Wiradharma Tangerang kemarin :

Umat/warga dari sub Bonang sudah mulai ngumpul di ruko depan Perumahan Dasana Indah - Bonang pada jam 07.00 pagi, karena rencananya Bus Big Bird yang dicarter akan datang dan stand by pada pukul 7 tersebut, namun karena ada salah informasi dari pool Bus nya dimana 3 bus semua meluncur ketempat yang sama yakni di Binong (untuk mengambil warga sub Binong) sehingga warga di Bonang harus menunggu kedatangan bus sampai sekitar pukul 7.45 dan langsung berangkat menuju depan BCA Islamic, tepat pukul 8.00 sesuai rencana panitia semula rombongan bus dari Bonang sudah merapat kelokasi. Memang rencana semula sesuai surat edaran bahwa keberangkatan ke Cariu dari Islamic direncanakan pukul 08.15, namun ternyata Bus dari Binong belum ada sehingga kami harus menunggu di Islamic arah sebelum jembatan tol. Sekitar pukul 9.05 rombongan dari Binong baru muncul, dan setelah berkoordinasi akhirnya kita baru bisa berangkat pada pukul 09.15 jadi perjalanan parktis terpaksa molor hampir 1 jam. Ketua panitia meminta tityang sebagai penunjuk jalan karena kebetulan tityang sudah beberapa kali pernah nangkil kesana.

Perjalanan tyang arahkan melalui tol BSD - Pondok Indah sampai keluar tol Cibubur, lanjut mengarah ke arah Jonggol - Cianjur. Dalam perjalanan tersebut dibawah guyuran hujan tahun baru imlek, tityang mengajak umat untuk memusatkan pikiran, menyatukan adnyana bahwa kita mau menghaturkan sembah dan sujud Bakti kepada Beliau Yang Maha Bijaksana dengan melafalkan puja mantram Gayatri berulang-ulang sampai tiba dilokasi pura sekitar jam 11.15.

Bus diparkir sekitar 20 m dari pura dan om awighnam astu disaat kita turun dari Bus hujan sudah berhenti, sehingga warga beserta anak-anak dan keluarganya semua bisa berjalan beriringan menuju wantilan Pura. Wantilan yang besar dan megah ini baru dibangun di tahun 2007 yang lalu yang mampu menampung warga untuk duduk sekitar 200 - 250 orang. Letak wantilan persis didepan candi bentar pura yang dibatasi oleh lapangan seluas 15 x 20 meter.

Setelah semua warga berkumpul diwantilan kembali hujan mengguyur persada pertiwi, tityang kemudian mengumumkan agar beristirahat sejenak dan segera berganti pakaian untuk bersembahyang bersama. Jero Mangku Ida Bagus Puspa yang tinggal disana sudah menyambut kami dengan ramah. Beliau sekeluarga sudah menyiapkan hamparan tikar diwantilan, kopi, teh dan kue ketimus pun disuguhkan kepada rombongan yang lebih dari 150 orang tersebut. Tityang sendiri minjam kamar Tu Aji mangku (panggilan tityang kepada beliau) untuk berganti pakaian sembahyang.

Setelah semua siap Bapak Ketut Wisanta ketua Tempek Wiradharma mengumumkan agar umat segera ngunggahang banten dipura, tityang dengan beberapa pengurus tempek kemudian menghaturkan banten dikamar sucinya Tu Aji Mangku sebab disana dilinggihkan pretima Ida Hyang Maharsi bila tidak sedang odalan dipura.

Sewaktu kami sembahyang hujan deras kembali dimuntahkan dari langit, kami bersama pengurus memohonkan kepada Beliau yang berstana disana agar menurunkan anugrah beliau berupa penerang sehingga umat yang sudah jauh-jauh datang dari Tangerang bisa menghaturka sembah dan bakti diperahyangan Beliau tanpa harus basah kehujanan. Dan hastungkara apa yang kami mohonkan atas perkenan Ida Sanghyang Widdhi Wasa, dan karunia Beliau yang berstana disitu bisa terkabulkan. Disaat jro mangku IB Puspa sedang mepuja dengan diiringi suara genta yang merdu hujan rintik-rintik masih berlangsung, sampai akhirnya setelah kita melaksanakan Tri Sandya, disaat Kramaning Sembah dimana puja dan puji ditujukan kehadirat Ida Sanghyang Siwa Raditya, terjadi penomena alam yang luarbiasa dimana hujan kembali menderas dan angin kencang datang tiba-tiba menghembuskan tampyas air kepada kami yang sedang bersembahyang dan ajaib tityang sendiri tidak basah walaupun tityang saat memandu persembahyangan tersebut duduk paling pinggir dari bale pawedan dan luarbiasanya lagi matahari kemudian muncul menyeruak diantara tebalnya awan mendung yang menyelimuti kawasan tersebut.

Pak Made Sukertya (Made Gigi) bendahara Banjar yang duduk dibelakang tityang berdecak kagum mengamati penomena alam yang luar biasa tersebut (kebetulan sebelumnya ikut bersama tityang dan pengurus lainnya, bersembahyang dikamar sucinya Tu Aji mangku). Sampai berakhirnya kramaning sembah benar-benar cuaca menjadi terang benderang, tityang bersama istri (jro mangku istri Nyoman Desi) ikut ngaturang ayah memercikkan tirta amertha wangsuh tangan wangsuh pada Ida Sanghyang Widdhi Wasa dalam Ista Dewata Beliau dipura tersebut.

Selesai persembahyangan sekitar pukul 13.00 kemudian dilanjutkan dengan istirahat makan siang bersama dimana masing-masing keluarga membawa perbekalannya sendiri-sendiri ditambah hidangan Babi Guling yang merupakan sumbangan dari dari salah satu umat kita (Pak Gede).

Pada pukul 14.00 acara dilanjutkan dengan Pertemuan Tempek, sebagaimana biasa agendanya ada informasi kegiatan banjar dari ketua tempek, dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari Jro Mangku IB Puspa tentang sejarah berdirinya pura tersebut, dan terakhir tityang diminta untuk memberikan pencerahan tentang makna dan filosofi dari Tirta Yatra itu sendiri.

Pada pukul 16.00 setelah bersih-bersih (untuk menjaga kesucian pura), kitapun pamit pulang kembali kerumah masing-masing baik yang dari Bonang maupun yang dari Binong diantar langsung oleh busnya masing-masing.

Asapunika sekilas pandang perjalanan mencari air suci amertha (Tirta Yatra) yang telah dilaksanakan oleh Tempek Krama Wiradharma.

Suksma

JM P Astono Ch. Dana, SE, MM

 
 Source :   JM P Astono Ch. Dana, SE,MM
 

 Search for  

New Page 2
Candi Bentar
 
padmasana1
 
Pura Gunung Salak
 
Tari Topeng