|
Admin |
| | 25 February 2008 | | | | Hindu dan Politik | | | | Pada tanggal 22 Desember 2007, bertempat di
Monumen Proklamasi, Pegangsaan Timur, Jakarta telah
dideklarasikan satu partai poliotik, bernama Partai Kebangkitan
Dharma Indonesia (PKDI). Banyak pihak mengaitkan parpol
baru ini dengan Hindu, karena asosiasi kata dharma – yang
juga digunakan oleh agama Buddha – dan terutama karena
para pendiri maupun pengurusnya adalah orang-orang yang
beragama Hindu. lebih detil | |
| | 25 February 2008 | | | | Perkembangan Hindu di Amerika | | | | CHICAGO, ILLINOIS, 16 Oktober 2007: Hinduisme
adalah kebijaksanaan yang kaya, mendalam, kuno, tidak lekang
waktu, abadi dan mudah beradaptasi yang dikemas berasama
dalam praktek-praktek dan naskah-naskah suci di mana umat
Hindu memiliki akses mengalir di India, di mana dikatakan
bahwa seseorang menjadi Hindu karena “pengaruh lingkungan”.
Pertama kali kita pikir bahwa di antara agama-agama kaum
imigran, Hinduisme, karena ke-unikan-nya, akan menjadi
agama yang paling sulit untuk diwariskan ke generasi muda.
Kami berharap kaum muda Hindu di kelompok-kelompok studi
akan memunculkan kebingungan tentang identitas keagamaan
mereka. lebih detil | |
| | 8 February 2008 | | | | Aku Bangga Menjadi Orang Hindu | | | | Namaku Aida. Aku dilahirkan dan
dibesarkan di lereng Gunung
Bromo yang dingin, tapi aku bangga
menjadi generasi yang ada di desa itu,
karena secara turun-temurun keluargaku
beragama Hindu. Menurutku beragama
Hindu, membuat kita lebih berbakti
kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan
para leluhur. Di daerahku yang mayoritas
beragama Hindu sering melakukan
yadnya, dan yang terbesar adalah Yadnya
Kasada dan Yadnya Karo; di samping hari
raya Hindu yang baku seperti Galungan
dan lain sebagainya. Mungkin orang
beranggapan bahwa Yadnya Kasada
dan Karo adalah hari raya adat, tetapi
menurut kami yang beragama Hindu,
itu adalah yadnya Hindu karena disitu
ada upacara korban yang dengan tulus
dipersembahkan kepada leluhur. lebih detil | |
| | 8 February 2008 | | | | Kaharingan Paganisme atau Klenik | | | | Kaharingan, agama yang
tumbuh dan berkembang di
masyarakat Dayak, dengan
tradisi, budaya, dan sederetan ritual
lengkap simbol-simbolnya yang khas,
membuat pandangan miring tentang
agama itu.
Tuduhan “sesat” terang-terangan
pernah dilontarkan seorang non-Hindu,
pada sebuah kotbah di salah satu media
televesi milik pemerintah di Palangka
Raya. Benarkah Hindu Kaharingan
Paganisme/Klenik?
Kalau ada sementara orang menafsirkan
Hindu Kaharingan agama paganisme/
klenik yang berkonotasi negatif,
sesungguhnya mereka belum paham akan
arti kata klenik. Agar penafsiran itu tidak
salah ada baiknya dikaji arti kata klenik
itu, sebelum mengkaitkannya dengan
agama Hindu Kaharingan. lebih detil | |
| | 8 February 2008 | | | | Mengenal Secara Dekat Padepokan Segara Gunung | | | | Padepokan Segara Gunung di gunung
lawu, mempraktekan budaya dan spiritual
manusia secara murni berdasarkan
peninggalan – peninggalan Raja Majapahit
terakhir (Prabu Brawijaya). Pemrakarsa
pembangunan Padepokan Segara Gunung
adalah Swargi Ida Pedanda Djajakoesoema
Manuaba, beliau adalah putra jawa dengan
nama asli Drs. Agus Subekti. Cita – cita
beliau sangat luhur, namum pada tanggal
8 Februari 2007 sudah dipanggil yang
Maha Kuasa dan diberi umur 84 tahun.
Dalam mengorganisasi Padepokan secara
struktur sudah tertata dan pengkaderan
berikutnya sudah di tata rapih, sehingga
kesinambungan cita–cita berkaitan
dengan budaya spiritual manusia jawa
tidak diragukan lagi. lebih detil | |
| | 8 February 2008 | | | | Drs. I Putu H. Arjana, MM; Ketua STMIK Tangerang | | | | Perawakannya kurus tinggi, berkaca
mata, pendiam namun murah
senyum; layaknya orang Bali yang ramah.
Sepintas orang tidak akan menyangka
kalau usianya sudah 67 tahun. Pria
jangkung kelahiran desa Mendoyo,
Jemberana, tahun 1940 ini; meninggalkan
tanah kelahirannya sejak tahun 1954.
Ia berkelana, menyerap ilmu dari ujung
Timur pulau Jawa, yakni Surabaya terus
ke Barat dan terdampar di Jakarta.
Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, Putu muda menghabiskan
waktunya sebagai profesional muda,
bekerja di perusahan swasta sesuai bidang
ilmu yang dikuasainya. Setelah pensiun
beberapa tahun lalu, Putu memanfaatkan
tenaga dan pikirannya di sisa usianya;
untuk berbagi ilmu dan pengalaman
dengan mengajar di beberapa perguruan
tinggi swasta di Jakarta. Antara lain
di Universitas Taruma Negara, Bina
Nusantara (Binus) dan Universitas Tri
Sakti. lebih detil | |
| | 8 February 2008 | | | | Media Hindu Partisipasi Dalam Ritual Seren Taun di | | | | Kali ini acara Seren Taun
yang diselenggarakan
oleh Masyarakat Adat
Cigugur, pada 22 Rayagung
1940 S, jatuh pada hari Selasa
Pon, 1 Januari 2008. Tema
yang dikedepankan adalah,
“Tundukkan Kepala Satukan
Hati dalam Keberagaman
demi Kedamaian Semesta
Alam”.
Untuk yang ketiga kalinya,
Media Hindu ikut menghadiri
acara ritual Seren Taun di
Cigugur, Kuningan, Jawa
Barat. Rombongan terdiri
dari 12 orang. lebih detil | |
| | 29 January 2008 | | | | Cerdas Beragama,Beragama Cerdas | | | | Dalam perjalanan dan
perkembangan Hindu sampai
di Bali, oleh “manusia” Bali, sesuatu
yang tadinya sederhana mulai mendapat
sentuhan kreativitas seni. Maka
terwujudlah aneka pernik sarana upacara
dalam bentuk simbol-simbol. Daksina
linggih misalnya, terdiri dari kelapa
sebagai simbol bumi yang bulat dan
unsur isi perut bumi. Oleh karenanya kala
itu disebut agama Hindu Bali. Karena
kekhasannya itu. lebih detil | |
| | 28 January 2008 | | | | Tarian Dayak dan Topeng Sidakarya di Pura Payogan | | | | Pujawali di Pura Payogan Agung Kutai pada purnamaning kepitu Senin Kliwon Wariga tanggal 24 Desember 2007 lalu berlangsung meriah dan semarak. Upacara ini dipuput oleh Peranda Made Mas Dwija
Putra Griya Mas Taman Sari,
Tabanan dan Peranda Istri
Karang, Karang Asem. Gede
Yusa, selaku ketua panitia
piodalan mengatakan bahwa
pelaksanaan piodalan berjalan
sesuai dengan rencana. Selain
itu Gede Yusa mengatakan
bahwa dana yang terhimpun
sejumlah Rp 105 juta lebih
telah dimanfaatkan sesuai
dengan pos anggaran yang
direncanakan. lebih detil | |
| | 28 January 2008 | | | | Mengunjungi Komunitas Dayak Hindu - Budha di Bumi | | | | Dalam perjalanan ke
wilayah Timur, Senin, 24
Desember 2007, rombongan
Media Hindu singgah di
Indramayu, mengunjungi
komunitas Dayak Hindu
– Budha di Keraton Bumi
Sagandu. Perjalanan menuju
lokasi ini menjadi sangat
mudah karena didampingi oleh
salah seorang warganya, Dedi,
yang sebelumnya memang
menginap di kantor Media
Hindu, di Bekasi. lebih detil | |
|
New Page 4
|