|
Admin |
| | Nasional
|
| | | WHDI Samarinda Siapkan Pedharmawacana Perempuan | | | Awalnya bidang
pemberdayaan
perempuan Kesbangpel Kota
Samarinda awal September
2007 lalu melaksanakan
latihan Capacity Building
bagi masyarakat di bidang
manajemen perencanaan
program yang responsif gender
dengan nara sumber beberapa
ibu-ibu dari Kementerian
Pemberdayaan Perempuan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh
30 orang dari tokoh-tokoh
agama, organisasi profesi, media
masa dan lembaga masyarakat.
Dalam latihan tersebut PHDI
Kota Samarinda menunjuk
dua orang anggotanya yakni
Nengah Sukalana dan Wayan
Nasa Adhi. Seluruh peserta
dibagi menjadi 6 kelompok
sesuai dengan organisasi
masing-masing. Kelompok
keagamaan yang beranggotakan
enam orang masing-masing
H.M Kharisudin, Rabiatul.
A, Wahiya Lestari, Marton
Hidayah, Sukalana dan Nasa
Adhi. Kelompok ini lalu
mengajukan proposal untuk
melaksanakan latihan dengan
topik “Teknik Berdakwah
Bagi Pendakwah/Penceramah
Perempuan”.
Ada beberapa alasan yang
melatarbelakangi kenapa
kelompok agama tersebut
menyoroti tentang minimnya
penceramah agama dari
kalangan perempuan. Di
jaman serba modern dan
teknologi canggih ini hidup
masih dirasakan banyak
masalah yang berdampak
pada jiwa yang labil. Keadaan
seperti itu dirasakan sangat
memerlukan bimbingan rohani
atau pencerahan bagi umat
beragama. Mereka yang pantas
tampil selain para tokoh atau
pemuka agama masing-masing,
peranan penceramah agama
laki-laki maupun perempuan
sangatlah penting. Namun tak
sedikit kesulitan di lapangan,
yang salah satunya adalah
keberadaan penceramah agama
dari kalangan perempuan.
Apalagi kalau dikaitkan
dengan peranan perempuan
itu sendiri baik sebagai ibu
rumah tangga maupun
sebagai istri. Ada beberapa
penyebab kenapa penceramah
perempuan sangatlah minim.
Pertama, keterbatasan
kemampuan perempuan dan
pengetahuannya berceramah
agama. Kedua, adanya rasa
malu atau kurang percaya diri.
Ketiga, penafsiran sosial budaya
yang kurang tepat misalnya
dinilai kurang pantas. Dan
keempat, keterbatasan wawasan
dan dukungan keluarga
maupun dari masyarakat.
Setidaknya itulah alasan
kenapa WHDI Samarinda
mengirimkan Desak Ketut
Purnamayati dan Nyoman
Pratisti untuk mengikuti
pelatihan teknik berdakwah
bagi pendakwah/penceramah
perempuan yang dilaksanakan
tanggal 18 November 2007
lalu di Aula Depag Kota
Samarinda. Acara ini diikuti
oleh 25 peserta dari seluruh
perwakilan agama antara lain,
Islam, Katholik, Protestan,
Hindu dan Budha. Pelatihan
tersebut dilaksanakan sehari
penuh dengan mengundang
nara sumber Dr.H.
Kasmirudin. Usai mengikuti
latihan tersebut kedua peserta
yang mewakili WHDI
Kota Samarinda mengaku
sangat bersyukur mendapat
kesempatan berlatih dan
menyatakan diri siap untuk
menjadi pedharma wacana
mendampingi pedharma
wacana pria. Peran Lembaga
Dharma Duta juga diharapkan
bisa memberikan bimbingan
dan kesempatan kepada mereka untuk berkiprah
hingga nantinya mewakili
pedharma wacana perempuan
yang handal dikelak kemudian
hari.
Ketua WHDI Samarinda
Putu Ruswati, SE; menyambut
baik adanya pelatihan tersebut
dan merasa bangga Samarinda
telah memiliki pedharma
wacana perempuan untuk
menuju kesetaraan gender.
“Keberadaan mereka perlu
mendapat dukungan dari
berbagai pihak, bukan lantas
meniru umat lain tapi memang
dibutuhkan; paling tidak
dalam kegiatan yang banyak
melibatkan perempuan,”
ujar seorang ibu tidak kalah
serius, kala mengantar puteraputerinya
belajar agama pada
sekolah Minggu di Pura Jagat
Hita Karana Samarinda. | | | | Source : W.Nasa Adhi
| |
|
New Page 4
|