|
Admin |
| | Berita Umat
|
| | | 1,500 pohon untuk Gunung Penanggungan | | | Umat Hindu
Krembung menanam
1,500 pohon di Gunung
Penanggungan pada hari
Minggu, 23 Desember 2007,
di bawah komando Kelian
Banjar Sidoarjo, I Wayan
Sidharta. Lebih dari 150 orang
umat Hindu berkumpul di
Pura Penataran Agung Margo
Wening, Krembung. Sebagian
sudah mekemit di sana
sejak semalam sebelumnya.
Mereka adalah umat Hindu
warga Banjar Sidoarjo,
Sumbertanggul (Mojosari),
Bongso Wetan & Kulon,
Sekelor, Watukosek, Porong
dan Surabaya, bekerja sama
dengan Dinas Perum Perhutani
(KKPH) Pasuruan, LSM IPLH
(Insan Peduli Lingkungan
Hidup) Trah Jati, Desa Made,
Menganti, Gresik, LSM GCN
(Garuda Cakra Nusantara)
Jatisumber, Trowulan,
Mojokerto. Banjar Sidoarjo
didepan sebagai penanggung
jawab dan motornya acara,
didukung oleh PHDI, WHDI
dan Taruna Margowening.
Pada pagi harinya, mereka
berangkat menuju kawasan
Gunung Penanggungan yang
dikenal juga dengan nama
Gunung Pawitra; menggunakan
empat buah truk bantuan TNI
dan beberapa mobil pribadi.
Tema yang diusung
dalam kegiatan ini, “Melalui
Penanaman Seribu Pohon,
Mari Kita Lestarikan Petirtan
Jolotundo di Gunung
Penanggungan”. Berbuat
mulia untuk Ibu Pertiwi, yang
memberikan hasil optimal
untuk kelestarian Petirtan
Jolotundo.
Kegiatan ini merupakan
rencana yang sudah lama
dicanangkan sebagai wujud
pelaksanaan ajaran Hindu,
Trihita Karana. Di samping
itu, umat Hindu memang
sering memanfaatkan
Candi Jolo tundo yang
berada di kawasan Gunung
Penanggungan, untuk berbagai
kegiatan upacara; khususnya
Melasti. Candi Jolotundo
juga dikenal sebagai situs
Hindu, peninggalan Udayana
Warmadewa dan putranya,
Airlangga.
Berbekal nasi bungkus,
umat dengan antusias
melaksanakan yajna wana
kerti ini sebagai bagian dari
sad kerti untuk kelestarian
alam. Kegiatan ini diharapkan
akan berlanjut, sebagai bagian
dari kegiatan rutin umat
Hndu di Krembung, dalam
mewujudnyatakan suksmaning
idep atau rasa terima kasih
kepada Hyang Widhi.
Kegiatan yang baru pertama
kali dilakukan ini selesai
menjelang pukul 15.00 WIB
dengan lancar dan astungkara
tanpa halangan apapun.
Dari rencana pohon yang
ditanam adalah 1,000 pohon,
namun dalam pelaksanaan
tertanam 1,500 batang
pohon dari berbagai jenis,
seperti flamboyan, trembesi,
sengon, mahoni, kedawung,
asem, cemara udang, palem
tupai, beringin, mangga dan
cempaka. | | | | Source : Dewa K. Suratnaya
| |
|
New Page 4
|