|
Admin |
| | Manushi
|
| | | Kadek Satriya: Kuliah karena dharma wacana. | | | Persembahyangan Saraswati di
pura Universitas Hindu Indonesia
(UNHI), Tembau, Denpasar pagi tanggal
9 Nopember 2007 mendapat nilai plus.
Nilai plus itu karena dharma wacana yang
disampaikan oleh Kadek Satriya. Kadek
Satriya, mahasiswa semester I jurusan
Ilmu Agama UNHI, menyampaikan
dharma wacananya dalam bahasa Bali
halus, lancar, tenang dan penuh percaya
diri. Kadang-kadang ia melemparkan
humor halus, matanya memandang umat
yang duduk di depannya. Pemedek yang
terdiri dari para mahasiswa/mahasiswi,
dosen, segenap pimpinan UNHI
termasuk Rektor Unhi, Prof. Dr. IB
Yudha Triguna, menyimak setiap kata
yang keluar dari mulut Kadek. Sehabis
persembahyangan Rektor memanggil
Kadek untuk wawancara dengan MH.
Kadek kelahiran desa Pedawa, Buleleng,
tanggal 31 Desember 1987, anak kedua
dari lima bersaudara. Ayah ibunya buruh
tani. Ia bekerja dan tinggal menumpang di
rumah seorang dokter di Denpasar.Dimana belajar
dharma wacana? “Saya
belajar sendiri. Sejak SMP.
Saya beberapa kali ikut
lomba dharma wacana
dalam bahasa Bali, menjadi
juara.”
Siapa yang membiayai
kuliah anda?
“Saya kuliah
karena menjadi juara
dharma wacana. UNHI
membebaskan biaya kuliah
saya.”Mengapa memilih
Ilmu Agama?
“Saya ingin ikut
mengembangkan agama
Hindu.” | | | | Source : NPP
| |
|
New Page 4
|