Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

Kisah Ambarisa

12 April 2001 webmaster
Pengantar

Tulisan yang satu ini merupakan salah satu rangkaian kisah-kisah yang diambil dari Srimad Bhagavatham. Konon di kisah ini diceritakan secara singkat mengenai sejarah Maharaja Nabhaga dan putranya yang bernama mirip dengan ayahnya yaitu Naabhaaga. Nabhaga adalah putra Sang Manu, manusia pertama. lebih detil


11 April 2001 webmaster
01 s/d 05

"Putra Nabhaga yang bernama Naabhaaga hidup selama bertahun-tahun berguru di kediaman seorang guru spritualnya, sehingga para saudara-saudaranya berpikir ia tidak akan kembali menjalani masa grhastanya. Tanpa banyak berpikir mereka membagi-bagi harta kerajaan diantara mereka sendiri tanpa meninggalkan sisa apapun untuknya.  lebih detil


10 April 2001 webmaster
06 s/d 20

"Tak lama setelah Naabhaaga menerima kekayaan ini, dari utara datang seseorang yang berkulit hitam-legam dan berkata,"Seluruh harta-benda pengorbanan ini adalah milikku."  lebih detil


9 April 2001 webmaster
21 s/d 40

Dalam melaksanakan tugas-tugas sehari-harinya sebagai raja, Maharaja Ambarisa selalu mempasrahkan hasil dari berbagai pelaksanaannya kepada Yang Maha Esa, yang adalah penikmat dan penentu semua tindakan-tindakannya dan begitu juga Yang Maha Esa adalah juga penentu hasil dari semua tindakan yang jauh dari persepsi duniawi ini.  lebih detil


8 April 2001 webmaster
41 s/d 50

Wahai yang terbaik, di antara jajaran dinasti Kuru, setelah meneguk sedikit air, Raja Ambarisa bersemedi dengan menujukan pikirannya ke arah Tuhan Yang Maha Esa yang bersemayam di dalam relung hatinya, sambil menunggu kembalinya resi Durvasa Muni. lebih detil


7 April 2001 webmaster
51 s/d 60

Namun Sang Cakra mengejarnya ke manapun ia bergerak baik itu di langit, atau di darat, baik itu di dalam berbagai gua atau di dalam samudera, bahkan resi ini dikejar terus sewaktu ia terbang ke berbagai loka-loka dan planet-planet di alam semesta ini. Kemanapun ia pergi (terbang) ia akan selalu tersusul oleh api Sudharsana Cakra yang tak tertahankan baranya ini. lebih detil


6 April 2001 webmaster
061 s/d selesai

Durwasa Muni, resi yang sakti mandraguna ini, lemas karena terbakar oleh bara api Sudharsana Cakra, jatuhlah ia di kedua telapak kaki Hyang Narayana. Seluruh tubuhnya gemetar, ia mengatakan : "Wahai Dikau Yang Maha Kuasa, Yang Tak terbatas, Pengayom seisi alam semesta ini, hanya Dikau semata yang menjadi tujuan semua pemuja. Daku adalah penyandang dosa yang terbesar, Tuhanku, mohon kami dilindungi olehMu. lebih detil


5 April 2001 webmaster
Penyelamatan Nyawa Durvasa Muni

Sukadewa Goswami bersabda kepada Maharaja Parikesit : "Sewaktu Sang Hyang Vishnu bersabda dan menasehati Durvasa Muni yang terganggu oleh Cakra Sudarsana, langsung saja sang resi kembali ke Sang Maharaja Ambarisa. Dengan penuh rasa duka-cita dan penyesalan yang teramat dalam beliau menyembah sang raja dan menyentuh kedua telapak kakinya penuh rasa hormat."  lebih detil


[1]   


PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster