Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

WACANA

19 November 2007 balipost
Mawarang sebagai Sebuah Solusi

Beberapa keluarga Hindu di Bali yang tidak mempunyai anak atau tidak mempunyai anak laki-laki sering merasa sedih, putus asa, dan seperti tidak mempunyai harapan untuk masa depan. Mereka berusaha dengan segala macam jalan untuk bisa mempunyai anak laki-laki. Walaupun mereka mempunyai anak perempuan, tetapi mereka sering merasa tidak mempunyai anak, karena dipandangannya anak perempuannya akan menjadi milik keluarga suaminya. Mereka merasa tidak akan ada yang meneruskan purusa. Mereka merasa keluarganya putung (tidak ada penerus). lebih detil


7 October 2007 HDNet
Usaha Mengenal "Kawitan"

Baru-baru ini Unhi Denpasar menyelenggarakan seminar dengan pokok bahasan kemungkinan pengenalan soroh (wangsa) melalui tes DNA. Dari segi hukum, usaha mengenal kawitan atau soroh, serta pemakaian atributnya bagi umat Hindu merupakan salah satu hak asasi manusia (HAM). Karenanya, siapa pun dan dari pihak mana pun tidak berhak melarangnya. Sedangkan dari segi agama (baca: Hindu), pengenalan akan kawitan (soroh) bersifat wajib. lebih detil


3 October 2007 HDNet
Makna Bersatunya Panah Arjuna dgn Dewa Indra

Dalam cerita Arjuna Tapa diceritakan bahwa dalam menghadapi perang Brata Yudha, Arjuna ahli panah penengah Pandawa ini melakukan olah tapa untuk mendapatkan senjata panah. Salah satu tempat Arjuna bertapa adalah di Gunung Indrakila. Karena Arjuna dengan bertapa yang serius itulah akhirnya mendapatkan beberapa panah sakti sebagai salah satu sarana memenangkan perang dalam Brata Yudha. lebih detil


28 June 2007 HDNet
Cerita Mayadanawa Mengandung Tattwa Tinggi

Para peminat sastra agama dari seluruh Bali, Minggu (24/6) lalu membahas aspek tattwa dalam cerita Mayadanawa yang erat kaitannya dengan perayaan hari suci Galungan, di Pura Jati, Batur, Kintamani Bangli. Ada dua sumber yang dikaji yaitu Usana Bali dalam bentuk prosa dan Kakawin Mayadanawantaka dalam bentuk puisi. Acara yang diselenggarakan di tepi Danau Batur itu menghadirkan agamawan dan budayawan IBG Agastia, dengan narasumber Ida Pedanda Wayan Tyanyar dari Griya Menara, Sidemen, Karangasem. lebih detil


28 June 2007 HDNet
Penguasaan Vedanta dan Hindu Masa Depan

Pertanyaan rasional mengenai agama dan kekhawatiran melemahnya keyakinan akan agama dan Tuhan sedikit tidaknya dapat diselesaikan melalui pendekatan Vedanta. Vedanta akan memberikan penyegaran-penyegaran yang signifikan mengenai keyakinan, cara pandang, hakikat alam semesta beserta isinya, dan yang lainnya. Brahmana, karena sebagai Sang Penadahan Upadesa yang sangat berperan menentukan ke mana arah kehidupan keberagamaan dibawa. Brahmana melakukan transformasi spiritual yang mengarah pada jati diri dan kemuliaan tradisi tersebut. lebih detil


27 May 2007 Balipost
Makna "Yajamana"

Menurut arti kata yajamana berasal dari kata yaj (memuja) dan mana (pikiran). Jadi yajamana adalah sang pemikir/Hyang Siwa sebagai jiwa alam semesta. Beliau juga Pandita (Brahmana) yang benar-benar memahami hakikat tujuan yajna serta memahami puja. lebih detil


16 May 2007 HDNet
Pentingnya Berbakti pada Pandita

Di Pura Merajan Kanginan tempat pemujaan Ida Manik Angkeran dan keluarga di kompleks Pura Besakih ada Pelinggih Gedong. Pelinggih tersebut sebagai media pemujaan Mpu Beradah. Mengapa ada Pelinggih Mpu Beradah di Merajan tersebut? Hal ini sebagai wujud bakti Ida Manik Angkeran kepada Mpu Beradah sebagai salah satu orang suci yang berjasa meletakkan dasar sistem hidup kerohanian Hindu di Bali, termasuk di Pura Besakih. lebih detil


9 May 2007 HDNet
Apakah Bali akan tetap Hindu?

Setelah keruntuhan Majapahit pada abad 15, hampir seluruh Nusantara menjadi Islam, kecuali beberapa wilayah di Indonesia Timur yang Kristen. Bali, menurut mendiang Clifford Geertz, sebuah pulau Hindu yang munggil, menyembul di tengah samudera Islam. Mengapa Bali tetap Hindu? Apa yang menghalangi kerajaan-kerajaan Islam di Jawa masuk ke Bali?  lebih detil


12 February 2007 webmaster
Maknai Kembali Konsep Tapa

Menyikapi tindak kekerasan yang terjadi belakangan ini, tampaknya umat mesti memaknai kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Hindu. Hindu memiliki banyak konsep yang adiluhung, tetapi terkadang dalam tataran nilai muncul perilaku umat yang menyimpang. lebih detil


12 February 2007 HDNet
Kembali pada Ajaran Tatwam Asi dan Ahimsa

TATWAM ASI merupakan mahavakya atau ajaran yang bersumber dari Weda, memiliki dimensi metafisika, fisika, etika sosial dan landasan humanisme Hindu. Mantan Ketua Peradah Bali Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, M.S. mengatakan bahwa tatwam asi berdasarkan konsep advaita vedanta (monisme) memandang manusia secara esensial sama. lebih detil


[1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18]   


PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster