Saying Shoulin teamed trend continued at replica handbags the waist amazing four or five years, but because it is so there is a range of children, so that designers have been caught at this point would not let go, with leather civilization Coach replica watches,this season we will be focusing its attention at Fashion Week, not knowing that this little saddle bag was actually doing so exquisite, compact design with rolex replica a sophisticated dual-sprouting moment your heart!
Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

Anatta Gotama
Mengenal Sufisme

Tulisan ini di-interpretasikan dari edisi situs web The Divine Life Societys, yang telah di-up date pada hari Selasa, 28 September 1999.

PENDAHULUAN

Sufisme adalah ajaran Islam liberal, dengan suatu perwarnaan dari ajaran Vedanta. Sufisme aslinya adalah Islam. Sufisme adalah agama dengan cinta-kasih Madhurya Bhava, menganut konsep yang mengasihi dan Yang Dikasihi.

Sufisme tidak dimasukkan sebagai suatu ajaran secara integral dalam Islam Ortodoks. Para akademisi menemukan, dalam penelusurannya, bahwa gerakan ini berasal dari India. Mistikisme India dan Kristen mempengaruhinya dalam perkembangan Sufisme pada tingkat lanjut. Sufisme India adalah suatu bentuk ajaran sinkretistik antara Sufisme Persia dan Mistikisme India.

PARA ORANG-ORANG SUCI SUFISTIK

Lal Shahbaz, Mansoor, Shams Tabriez, Sachal, Rohal, Dalpat, Shah Inayet, Shah Latif, Bulleh Shah, Hafiz, Rumi dan Jami semuanya adalah para Mistikus Sufi.

Para orang-orang suci Sufistik se-libral dan se-katolik dengan para Vedantik Sannyasin. Mereka semuanya adalah orang-orang suci mistis. Mereka pemuja. Nasehat-nasehat serta ungkapan-ungkapannya memiliki kelugasan, langsung, segar, keindahan spontan yang kharismatik dan sungguh mengagumkan.

Seorang mistikus Sufi melihat Tuhan dimana-mana, pada semuanya. Beliau memiliki visi kosmis. Beliau menyadari bahwa Kekasihnya ada dimana-mana dan pada semua objek. Beliau juga tak mempunyai rasa kemilikan. Beliau bebas dari egoisme, kenafsuan, keserakahan, kebencian maupun dendam dan keangkuhan atau kebanggaan diri. Beliau benar-benar tanpa nafsu dan menikmati kedamaian sejati dan keseimbangan batin. Beliau telah berada diluar kemampuan deskriptif umum. Beliau seperti seorang Jivanmukta, atau orang suci yang telah Bebas. Beliau menyebut bahwa hati-nurani adalah istana dari Sang Kekasih. Beliau tak peduli lagi pada segala macam dogma-dogma ataupun doktrin-doktrin, apalagi sekte-sekte. Beliau telah mencapai Para Bhakti.

DOKTRIN-DOKTRIN UTAMA SUFISTIK

Ascetikisme merupakan pandangan esensial dalam Sufisme. Sufi memusatkan seluruh perbuatannya - secara fisik, mental dan spiritual - pada kehendak-Nya. Ke-Esa-an Tuhan, persaudaraan antar umat manusia, serta penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, merupakan doktrin-doktrin paling vital dalam Sufisme.

Dalam Sufisme, Tuhan memiliki rupa. Namun, para Sufi juga menyadari aspek arupa-Nya. Tasawwuf mengkombinasikan antara ekstase dengan pelayanan kepada umat manusia. Seorang Sufi merasa perlu untuk masih berada di dunia ini dan melayani kemanusiaan, namun mengambil posisi di atas keduniawian.

Bahasa ekstase Sufi, menguraikan tentang prilaku-prilaku kedewataan dalam beraneka-ragam cara seperti: tutur-kata yang manis, tidak tercemari atau murni, semerbak menyenangkan, tidur dan mati. Anggur (arak atau minuman berakohol lainnya) adalah sebuah simbol dari murninya kedewataan.

Dalam Sufisme, Keindahan menghadirkan Cinta-kasih; dan Cinta-kasih menghantarkan pada Kebahagiaan. Semua pandangan dualitas cair dan menyatu. Inilah penyatuan antara yang mencintai dengan Yang Dicintai. Sufi mendambakan pencapaian Keindahan Absolut, Cinta-kasih Absolut dan Kebahagian Absolut.

Bagi seorang Sufi, musik adalah sesuatu untuk mencapai ekstase. Musik memainkan peran yang amat penting dalam latihan religius Sufi. Para Sufi membersembahkan Keindahan.

Nasut berarti kwalitas manusia yang terbatas. Sedangkan Lahut berarti ketidak-terbatasan Tuhan. Hidup dan berkehidupan secara individual adalah baqa. Sebaliknya, Fana berarti pemusnahan menyeluruh (komplit) dari diri rendah, atau realisasi mistis dari penyatuan dengan-Nya. Ini berarti Hidup dalam Kematian atau sublimasi sempurna dari ego, dengan cara menghacurkannya.

SADHANA DARI KAUM SUFI

Konsentrasi, Meditasi, patuh kepada Pir (Guru), hidup sederhana, disiplin, puasa, penebusan dosa, Zikr (pengulangan atau perafalan kata-kata rahasia), penggunaan tasbih, pernafasan ritmis dan terkendali, persembahyangan, cinta-kasih universal, tidak-menyakiti, bebas dari belenggu, introspeksi, tidak berpihak pada keduniawian, kemurnian dan pengendalian diri yang dimaksudkan untuk mencapai Tuhan atau Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang melalui kemurahan hati bak para dewata.

Penganut Sufi memandang pada cermin dan berkonsentrasi pada Trikuti (sela antara kedua alis) bayangannya sendiri di cermin.

Amat sulit untuk mempraktekan kemurnian dari yang mencintai dan Yang Dicintai. Sadhana Sufistik ini, terbukti amat berbahaya bagi para praktisi yang tidak (belum) ber-regenerasi secara spiritual, yang masih bersifat kenafsuan. Ia dapat mengakibatkan kesesatan. Mereka menyalah-gunakan anggur, yang semestinya mabuk merindukan Kedewataan, tetapi mengikuti kehendak hatinya untuk meminum minuman keras dan keranjingan pada sensualitas. Oleh karenanyalah, seorang penganut harus tetap berada dalam bimbingan dan pengawasan ketat seorang Guru selama periode pelaksanaan Sadhana (penggemblengan spiritual).

NASEHAT-NASEHAT SUFI

Persembahyangan membawa kita hingga pertengahan jalan menuju Allah; puasa, membawa kita ke gerbang istana-Nya; kemurahan hati memberikan kita ijin masuk.

Ia tidak membutuhkan tasbih lain lagi, kecuali yang mengarahkan hidupnya untuk mengikuti alur bulir-bulir cinta-kasih, pengabdian, kemurahan hati dan renansiasi (tidak mengacuhkan keduniawian).

Kebenaran bukanlah mengarahkan wajah Anda menghadap ke Timur ataupun Barat, tetapi seorang budiman adalah orang yang percaya pada Tuhan, hari kiamat, para malaekat, pada kitab suci dan para nabi, ia yang bersedekah pada orang-orang miskin, ia yang kokoh atau taat dalam bersembahyang.

Berbahagialah para penganut, mereka yang taat dalam persembahyangan dan mereka yang menjaga bibirnya dari lontaran-lontaran kata-kata yang menyakitkan, yang melaksanakan amal, serta yang menahan hawa-nafsunya.

Tuhanmu satu, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Laksanakanlah Kebajikan, oleh karena Tuhan mengasihi ia yang melaksanakannya.

--------------------------------------------

* Tulisan ini di-interpretasikan dari edisi situs web The Divine Life Societys, yang telah di-up date pada hari Selasa, 28 September 1999.

Anatta Gotama

Source :   anatta
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster