Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

WACANA
Makna "Yajamana"

Menurut arti kata yajamana berasal dari kata yaj (memuja) dan mana (pikiran). Jadi yajamana adalah sang pemikir/Hyang Siwa sebagai jiwa alam semesta. Beliau juga Pandita (Brahmana) yang benar-benar memahami hakikat tujuan yajna serta memahami puja.

Dalam Wretti Sasana diuraikan, Yajamana ngaran wiku watek puja. Maka itu betapa pentingnya yajamana (sadhaka/diksita/brahmana) dalam yajna, terlebih yajna agung Tawur Agung, Labuh Gentuh, Panca Bali Krama, Eka Dasa Rudra, Maligya Marebhu Bhumi. Yajamana dapat pula disamakan dengan manas (pikiran): Mano ha Yajamanasya rupam (Satapatha Brh 12.8.2.4), artinya, pikiran adalah wujud yajamana.

Selanjutnya dalam kitab yang sama diuraikan, Mano ha vai yajnasya Brahma (Satapatha Brh, 14.6.1.7) artinya pikiran adalah Brahmana yang melaksanakan yajna.

Konsepsi Asta Murti Siwa juga menguraikan bahwa yajamana menempati posisi puncak atau paling dalam (prajna matra) beliau disebut Hotri, Pasupati Yajamana/Siwa, Brahmana/Brahma.

Panca Maha Bhuta Stawa menyebutkan, Yajamana pawitrena..., Rsi murti namostute artinya yajamana sebagai pemberi amerta sujud pada Rsi murti. Selanjutnya dalam Atma Kunda: Saptatma Yajamanasca, Saptomkara Hutasanah, sarira dese kunde smin artinya Sapta atma disebut Yajamana Sapta Ongkara sebagai api, badan sebagai kunda/tungku.

Jelaslah yang dimaksud yajamana adalah sang muput yajna, yang dalam diri manusia disebut Atma dan di jagatraya disebut Siwa. Oleh karena itu dalam melaksanakan yajna ditetapkanlah seorang yajamana yaitu seorang sadhaka (wiku watek puja) dibantu seorang tapini (sadhika/sadhaka istri) sebagai wujud yantra/candi banten dan seorang lagi sebagai pengrajeg karya (penyangra, manggala/panitia karya) yang mempersiapkan perlengkapan yajna. Dari sinilah muncul istilah Tri Manggalaning Yadnya.

Dengan memahami dan mewujudkan ajaran tersebut, nilai-nilai ajaran Hindu tetap ajeg, kokoh berdasarkan nilai yang tahan zaman, Satyam Siwam Sundaram yaitu kejujuran, kesucian keindahan/keseimbangan dan Sat Cit Anandam yaitu kebenaran tertinggi, pengetahuan tertinggi dan kebahagiaan tertinggi dapat tercapai.

Ida Bagus Rimbawan
Desa Batu Agung
Kec. Negara, Jembrana

Source :   Balipost
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster