Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

Opini Anda
Soal "Pengider-ider Nawa Sanga"

Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Gusti Ayu Picawati, Jl. Sari Gading 8 A Denpasar, Guru Agama Hindu SD 10 Dauh Puri Denpasar Barat terhadap pengider-ider yang kami sajikan. Sangat mengetuk hati kami, membangkitkan pikiran kami untuk meneliti sumber-sumber yang ada yang kami miliki. Sumber-sumber tersebut sudah jelas ada pada kami, bersumber dari catatan/kumpulan-kumpulan yang telah merupakan buku/himpunan dari beberapa lontar dan petunjuk para sulinggih di Bali.

Mungkin saja Ibu Gst. Ayu Picawati telah mempunyai sumber seperti Pengideran Dasa Aksara atau yang lain dan mungkin juga Ibu melihat pada gambar pengider-ider Dewata Nawa Sanga yang dijual/dibagikan oleh Departemen Agama RI. Kami pun telah memilikinya.

Betul seperti yang ditanyakan Ibu Picawati pada Surat Pembaca 31 Desember 2003, mana yang benar? Dari beberapa sumber, ambil saja salah satu contoh: ulap-ulap pada pelinggih suci di Pura-pura Kahyangan Jagat. Penulisan aksara Sang yang dewatanya adalah Dewa Iswara, selalu diletakkan di atas, penulisan kajang kawitan dari beberapa sumber kajang yang kami miliki, penulisan aksara Sang tetap ditulis pada bagian atas, identik dengan penyuratan ulap-ulap. Ini lalu menjadi acuan kami untuk menyajikan dalam kalender yang kami susun untuk tahun 2004.

Coba Ibu Picawati lihat ada contoh lagi lontar/buku Krakah Modre Aji Griguh oleh I Nyoman Kaler, B.A. atau Himpunan Ulap-ulap Palinggih oleh I Made Suandra. Di sana sangat jelas penulisan aksara pada rumus segi tiga, aksara Mang dengan Dewa Iswara tetap pada bagian di atas (lihat hal. 32 dan 46). Demikian juga pada rumus segi empat, aksara Sang tetap di atas, dan banyak lagi yang lain seperti dari lontar Kesuma Dewa, Weda Parikrama.

Contoh gampang dalam menghafal pengider-ider di SD, pasti purwa-daksina itu artinya dari timur ke selatan dan seterusnya, sehingga aksara Sang juga letaknya di atas. Ini bukan berarti kami ingin menggurui Ibu selaku pendidik agama Hindu. Bila kurang berkenan kami bersedia berdiskusi bedah sumber.

Atas nama Penyusun Kalender Bali
I Ketut Bangbang Gede Rawi
Jro Mangku N. Bambang Gde Bayu
Pemangku Kahyangan Tiga
Br. Cemenggaon, Celuk, Sukawati
(KTP: Jl. Raya Puputan 210 Denpasar)

Source :   Balipost
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster