Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

Renungan
Nafsu Sebagai Pelayan

OM Swastyastu,

Pertama kita kenali dulu, Nafsu kita samakan dg keinginan / kama yang terkait dg diri pribadi. Nafsu ada yang berdampak positif ada yang negatif. Nafsu yang baik adalah keinginan untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Baik dalam perilaku sosial, melayani orang lain, disiplin diri, menikmati kesenangan (konsumerisme), menggapai kekayaan, ketenaran dll.

Untuk mengendalikan semua itu, kuncinya sangat sederhana. Bersikaplah realistis, realistis terhadap kemampuan diri sendiri. Nikmati dan terima rejeki yang sudah ditangan, jangan meraih rejeki yang bukan hak (bukan usaha sendiri).

Tiang punya contoh pribadi, mungkin banyak yang melakukannya. Jaman krisis 1998, harga-harga melonjak drastis. Penghasilan tidak ada kenaikan. Tiang bersikap realistis. Mulai melakukan audit cash flow dengan keluarga. Banyak kebiasaan (kenikmatan duniawi) yang harus dipangkas. Banyak pembelanjaan yang konsumtif ditiadakan. Hasilnya, kami mampu memangkas pengeluaran rutin 50%. Dan kami menikmatinya. Disini, keinginan untuk hidup lebih nikmat (tidak terbebani finansial), lebih kuat dari pada nafsu untuk hidup nikmat sesaat. Pada jaman itu, banyak juga teman sekerja yang melakukan gali lubang tutup lubang, karena tidak mau merubah gaya hidup. Diperbudak oleh nafsu keinginannya. Ada lagi teman sekerja yang terlalu tinggi target kerjanya, apa daya hanya punya otak satu - tangan dua - kurang sumber daya, banyak target yang tidak tercapai. Shg paling sering kena mag...stress.

Ada lagi contoh. Tiang dahulu - 10 tahun yg lalu - perokok berat, ji sam soe sebungkus sehari, rokok lainnya bisa 2 bungkus sehari. Hasil medical check up, mengatakan ada flex pada paru-paru kiri. Dokter menyarankan berhenti merokok. Dan tak lama lagi kami akan punya bayi, tidak baik bagi ibu yang mengandung dan sang rare. Dalam hati ada tekad muncul untuk berhenti merokok, dan langsung berhenti. Minggu pertama adalah masa penyiksaan yang nimat. Karena setelah itu, tiang sama sekali tidah tertarik lagi merokok sampai saat ini. Disini nafsu untuk berhenti merokok lebih besar dari kenikmatan rokok itu sendiri.

Jadi, pengalaman mengajarkan pada tiang cara mengendalikan nafsu dengan bersikap realistis pada diri sendiri. Dan rajin-rajin melihat kebawah, sehingga kita selalu bersyukur dan berbagi, karena masih banyak saudara yang hidupnya lebih susah.

Namaskar,
MGM

Source :   HDnet
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster