Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

UPACARA
Upacara Pitra Yadnya "Swasta Agni"

Om Swastyastu,

Barangkali ada teman-teman yang ingin mengetahui lebih mendalam jenis Upacara Pitra Yadnya yang bernama "Swasta Agni", karena jenis upacara ini sekarang sangat populer di Bali khususnya di Buleleng, karena singkat waktunya, murah biayanya, praktis, namun dari segi tattwa termasuk yadnya yang satvika.

Urutan Upacara :
1.

Dalam batas waktu 7 hari setelah wafat, boleh dilakukan upacara, asal dewasa/hari tersebut tidak dilarang dalam "awig-awig" desa adat, misalnya : purnama, tilem, semut sadulur, kala gotongan, dll.

2. Ngulapin di Pura Dalem
3. Meseh Lawang
4. Nyiramang/melelet
5. Berangkat ke Setra/Sema
6. Ngaskara/Narpana
7. Ngeseng (membakar)
8. Nyeeb, nyepit adeng, nguyeg, ngereka
9. Narpana alit
10. Nganyut ke segara
11. Ngulapin
12. Mapiuning di Pura Dalem
13. Mecaru di rumah duka.
Nama-nama lain jenis Upacara Pitra Yadnya ini :
1.

"Mepanah di petulangan". Disebut demikian, karena Sulinggih melakukan "pralina" di setra, dimana layon sudah ada dalam petulangan (kompor)

2. "Swasta Agni Masunari", bila menggunakan banten pedudusan madya
3.

"Swasta Agni Masunari Nandang Mantri", bila upacara itu dilanjutkan dengan "Nyekah" dan "Mepaingkup" di Sanggah Pamerajan hari itu juga.

Banten dan biaya upacara :
1.

Banten ngulapin di Pura Dalem : daksina, pengulapan/pengambean, prayascita, durmenggala, segehan alit

2.

Banten meseh lawang : suci, daksina, dius kamaligi, panjang ilang, caru brunbun, prayascita, durmenggala, pemegat sot.

3. Banten nyiramang : beakala, caru brunbun, prayascita.
4.

Banten di setra : suci, daksina, dius kamaligi, panjang ilang, tetukon, angenan, gegutuk, nasi angkeb, bubuh pitara, beras catur warna, segehan madya, pengulapan, pengambean, pisang jati, prayascita, durmenggala, beakala.

5. Banten nganyut : suci, daksina, pengulapan, pengambean, segehan alit.
6.

Biaya banten seluruhnya : sekitar Rp.2 juta, atau menurut kemampuan.

7. Sewa kompor mayat Rp.300.000,-
Lain-lain :
1. Tidak perlu memakai bade/wadah dan petulangan (lembu, dll)
2. Konsumsi disederhanakan.
3.

Penggunaan gong/gambelan disederhanakan. Jadi kalau ada dana sekitar Rp.3 juta, sudah bisa ngaben langsung setelah meninggal dunia. Namun jenis banten diatas masih bisa lebih disederhanakan, dan biaya masih bisa dihemat lagi. Yang diuraikan diatas adalah yang lumrah sudah dilakukan sejak tahun 2000. Demikian semoga ada manfaatnya.

Om Santih, santih, santih
Bhagawan Dwija

Source :   HDNet
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2009, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster