Saying Shoulin teamed trend continued at replica handbags the waist amazing four or five years, but because it is so there is a range of children, so that designers have been caught at this point would not let go, with leather civilization Coach replica watches,this season we will be focusing its attention at Fashion Week, not knowing that this little saddle bag was actually doing so exquisite, compact design with rolex replica a sophisticated dual-sprouting moment your heart!
Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda  |  Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Adat & Budaya
Warta Umat
Diskusi tentang Banten
Copyright @ 1998-2009

UPACARA

4 September 2002 Balipost
Makna Upacara Ngusaba Dangsil

DESA Adat Bungaya, salah satu desa tua di Bali, yaitu Desa Bungaya dan Desa Bungaya Kangin. Desa adat ini terdiri atas 13 banjar adat dengan jumlah penduduk 15.000 jiwa dan 3.021 KK. Desa Bungaya merupakan desa tua yang pernah menjadi pemerintahan Raja Gelgel (Dalem Waturenggong), di mana pada saat pemberontakan Maruti, I Gusti Batan Jeruk telah gugur di Desa Bungaya yaitu di Jungutan/Penataran pada abad ke-16 termuat dalam Babad Dalem.  lebih detil


4 September 2002 Balipost
Dangsil, Lambang Kesuburan

Salah seorang tokoh adat Bungaya IW Intaran mengatakan, dangsil merupakan lambang kesuburan. Sarana banten sebanyak tujuh buah yang besar serta beberapa yang kecil itu, terbuat dari berbagai jenis jajan Bali untuk upacara keagamaan. Poros tunggal dangsil dari kayu berbuat (kecuali kelapa), tak boleh disambung. Tingkatan dangsil yang umumnya ganjil itu, terbuat dari plawa (berbagai jenis daun-daunan untuk upacara), seperti daun andong dan bunga-bungan lainnya.  lebih detil


4 September 2002 Balipost
Mesaya-sayaan

Salah satu aed (prosesi) pada Usaba Dangsil yang cukup unik, yakni masaya-sayaan. Prosesi ini dilaksanakan bersamaan dengan pedangsilan, yakni saat warga desa adat pelaksana upacara usaba ini mengusung sarana banten dangsil ke Pura Penataran.  lebih detil


4 September 2002 Balipost
Ngusaba Bersinergi Membangun Hidup Sejahtera

MAKNA Mantra Rgveda ini dapat memberikan dorongan bahwa hidup sejahtera tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kerja yang selalu bersemangat. Maju terus-menerus memadukan berbagai potensi secara sistematis yang bersinergi dengan sinar suci Tuhan. Dengan bersinergi akan dapat mewujudkan hidup bersama yang sejahtera lahir batin. Untuk menjaga hidup yang selalu bersemangat membangun sinergi yang sistimatis perlu diingatkan kepada setiap umat manusia di dunia ini.  lebih detil


4 September 2002 Balipost
Saat Upacara Berlangsung, tak Boleh Membakar Mayat

Tantangan yang dihadapi dalam usaha pelestarian budaya Ngusaba Dangsil, langkanya sumber tertulis. Sumber yang dimaksud adalah lontar-lontar atau prasasti yang sangat disakralkan. Sampai saat ini belum ditemukan prasasti asli yang memuat Desa Adat Bungaya secara keseluruhan dan kegiatan ritual, serta tatanan kehidupan masyarakatnya. Pelaksanaan ritual diperoleh berdasarkan lontar-lontar dan pengalaman-pengalaman pengarep desa sebelumnya.  lebih detil


20 August 2002 Kompas
Ngaben Bersama, Irit Biaya dan Kumpul Keluarga

PANAS Mentari terasa menyengat, tetapi tidak mengurangi semangat puluhan warga Dadia (klan) Pande Bujaga untuk mengangkat bade tumpang sia (wadah jenazah berbentuk candi bertingkat sembilan) setinggi sembilan meter untuk dibawa ke kuburan Desa Bujaga-sekitar dua kilometer utara Banjar Pande Bujaga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. lebih detil


14 August 2002 Balipost
Menyoal Perilaku Umat dalam Beryadnya

Agama Hindu menempatakan kata 'Yadnya' begitu penting. Kata dengan makna yang luas dan dalam ini telah tersurat dalam kitab-kitab suci Weda, Ithihasa, Purana dan sastra-sastra Hindu lainnya. Untuk memahami makna yadnya tersebut diperlukan uraian yang cukup memadai. Apa dan bagaimana sesungguhnya konsepsi dan makna yadnya itu? lebih detil


14 August 2002 Balipost
Panggilan Yadnya untuk Kemanusiaan

KRISIS hebat yang melanda bangsa kita sejak 1997 yang sampai saat ini masih belum begitu tuntas dapat diatasi adalah akumulasi krisis dari keteledoran pemimpin-pemimpin bangsa pada masa lampau, khususnya pada masa orde baru. Krisis politik dan krisis ekonomi (moneter) yang hebat, yang sampai saat ini kita bingung tentang krisis mana yang menjadi penyebab krisis yang lain. Ternyata multikrisis ini telah menyengsarakan rakyat Indonesia, bahkan hampir menghancurkan bangsa dan negara.  lebih detil


14 August 2002 Balipost
Beryadnya untuk Kemanusiaan

Saya berdoa bukan untuk mendapatkan kedudukan dalam Kerajaan. Saya berdoa juga tidak memohon untuk mendapatkan Sorga. Saya berdoa bukan untuk mohon menjelma menjadi manusia yang hebat. Saya berdoa hanya untuk mendapatkan kekuatan dan kesempatan menolong mereka yang menderita.  lebih detil


7 August 2002 Balipost
Arti 'Banten' Dalam Upacara Yadnya

DALAM kitab Upadesa dinyatakan, ada tiga kerangka agama Hindu yaitu Tattwa, Susila dan Upacara Yadnya. Tiga kerangka itu diumpamakan bagaikan sebutir telur. Tattwa ibarat kuning telur, Susila agama bagaikan putih telur. Upacara Yadnya bagaikan kulit telur. lebih detil


[1][2][3][4][5][6][7][8][9][10]   


PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
Pura Jababotabek
Aditya Jaya Rawamangun
Kertajaya  Tangerang
Pura Agung Tirtha Bhuana Bekasi
Pura Eka Wira Anantha
Pura Widya Dharma Cibubur
.
Tuntunan Dasar Agama Hindu
Am I a Hindu?
Renungan
Tata Susila Hindu
Kisah Ambarisa
.
Bhagavan Dwidja
Ida Bhawati Putu Setia
Mangku Pastika
Dharmayasa
Putu Setia
Madra Suta
Anatta Gottama
.
Pemuda/Mahasiswa
Bimas Hindu dan Budha
Info Parisada

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 1998-2011, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster