Parisada Hindu Dharma Indonesia
PARISADA


Laporan Kegiatan Parisada 1998-2000

Laporan Kegiatan Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Periode Mei 1998 s/d Agustus 2000

I. PENDAHULUAN

Om Swastyastu,
Sesuai dengan ketetapan Maha Sabha VII Parisada Hindu Dharma Indonesia tahun 1996 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga pasal 24 dinyatakan bahwa : ayat (1) Pesamuhan Agung merupakan forum rapat kerja nasional yang diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam dua tahun, ayat (2) Pesamuhan Agung mempunyai tugas dan wewenang:

a) menjabarkan keputusan / Mahasabha menjadi program operasional,

b) menyiapkan usulan untuk dibahas dan diputuskan oleh Sabha Pandita dan Sabha Walaka,

c) menerima laporan pelaksanaan program yang dilakukan oleh Pengurus Pusat dan memberikan arah pedoman pelaksanaan program selanjutnya,

d) menetapkan pengisian kekosongan lowongan antar waktu pengurus Parisada Pusat.v Laporan kegiatan Parisada Pusat dalam Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia ke 2 tahun 2000 ini didasarkan atas keputusan/ketetapan Mahasabha VII Parisada tahun 1996 yang telah dirumuskan kedalam keputusan Pesamuhan Agung yang dilaksanakan di Denpasar - Bali tanggal 27 -28 April 1998.

Laporan ini mencakup kegiatan Parisada Pusat kurun waktu 2 tahun 5 bulan kerja yang meliputi : kegiatan kesekretariatan, kegiatan tata keagamaan, tata kemasyarakatan dan tata kewidanaan (organisasi) dan kegiatan yang ada kaitannya dengan pembinaan umat, kerjasama antar Departemen, Lembaga dan Badan Sosial lainnya sebagai berikut :

II. KEGIATAN SEKRETARIAT PARISADA PUSAT

A. KANTOR SEKRETARIAT

Sesuai dengan laporan dalam Pesamuhan Agung tahun 1998 tentang program kerja Sekretariat Jenderal Parisada Pusat yang meliputi :

1. Pengadaan Gedung Sekretariat Parisada Pusat di Jakarta sampai sekarang belum dapat direalisir oleh karena kondisi dan kemampuan keuangan Parisada yang belum memungkinkan karena itu sampai sekarang Sekretariat Parisada Pusat masih menumpang pada Kantor Yayasan Manunggal Karsa Nusantara.

2. Demikian pula rencana rehabilitasi kantor Sekretariat Parisada di Bali baru sebagian kecil dapat dilakukan karena pada saat yang hampir bersamaan Parisada Propinsi Bali juga membangun Gedung Sekretariat.

3. Pengadaan mobilitas berupa kendaraan roda 4 sudah dapat diwujudkan melalui bantuan Presiden/Sekretariat Negara berupa sebuah kendaraan Toyota Kijang tahun pembuatan 1995 sedangkan untuk pengadaan kendaraan roda 2 belum terwujud.

4. Pengadaan fasiltas kantor, baru bisa membeli 1 (satu) buah komputer dan satu rak buku kecil. 5. Pengadaan tenaga staf Sekretariat yang memiliki kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) memadai belum terwujud karena keterbatasan kemampuan keuangan Parisada.

6. Pengadaan perpustakaan khusus Sekretariat, untuk ukuran kecil sudah ada dan akan terus dikembangkan sesuai dukungan fasiltas lainnya.

7. Mengenai anggaran masih sangat terbatas, pada saat ini baru bisa membayar gaji/upah pengangkatan untuk 2 orang staf dan 2 orang staf Yayasan yang bertugas rangkap membatu Sekretariat Parisada dan untuk ATK dan lain-lainnya sepenuhnya atas bantuan Yayasan Manunggal Karsa Nusantara.

B. KEPEGAWAIAN

Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 2 orang staf. Administrasi ditambah 1 orang sopir dan 2 orang tenaga staf Yayasan MKN. Sampai sekarang ini sekretariatan ditangani oleh 2 orang staf., tamatan S1 Sarjana Agama IHD dan calon Sarjana Agama STAH Dharma Nusantara Jakarta, sebagai tenaga staf merangkap, satu orang sopir, sedangkan 2 orang tenaga Yayasan berfungsi membantu sebagai honorer bagian keuangan dan expidisi.

C. FASILITAS ADMINISTRASI

Adapun barang infentaris kesekretariatan yang ada sekarang ini :

1. Satu set perangkat komputer (CPU, Monitor dan Printer Epson Stylus 300) status baik.
2. Ardek arsip surat-surat 2 buah (inventaris lama, masih dapat dipakai)
3. 1 (satu) buah mobil kijang bantuan sekneg tahun 1995 (masih baik)
4. 1 buah rak buku pendek dan;
5. 1 buah meja kursi kerja sekjen status pinjaman.

III. KEGIATAN PARISADA KURUN WAKTU 2 TAHUN

A. KEGIATAN KESEKRETERIATAN

Berikut kegiatan surat masuk dan surat keluar Parisada Pusat di Jakarta periode Mei 1998 s/d Agustus 2000 :

- Surat Masuk 704 Buah
- Surat Keluar 371 Buah
- Surat Keputusan (SK) 19 Buah

Sedangkan kegiatan surat masuk dan surat keluar Parisada Pusat di Denpasar periode Mei 1998 - Mei 2000 :

- Surat Masuk 448 Buah
- Surat Keluar 175 Buah
- Surat Keputusan (SK) 1 Buah
Adapun klasifikasi dari surat-surat tersebut meliputi :

- surat permohonan memberi ceramah / dharma wacana
- surat permohonan memberi dharma tula/seminar, diskusi, sarasehan.
- Surat permohonan menjadi penyaji, nara sumber.
- Surat permohonan Pendeta untuk loka pala sraya.
- Surat permohonan bantuan dana punya
- Surat permohonan rekomendasi
- Surat permohonan menghadiri Loka Sabha.
- Surat permohonan kunjungan kerja, peninjauan, silakrama/silaturahmiv - Surat permohonan mengikuti konggres ke luar negeri.
Dan surat-surat keputusan yang ada kaitannya dengan konsolidasi kegiatan Parisada maupun kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

B. TATA KEAGAMAAN

1. Parisada sudah melaksanakan penyusunan pola umum pembinaan umat serta rencana kerja berjangka dalam rangka peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Agama Hindu dalam bentuk buku Pedoman Pembinaan Umat Hindu Indonesia tahun 1996

2. Penyusunan pedoman kerja bagi Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Hindu Parisada telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor: 08/SK/PHDIP/I/98, tertanggal 3 Januari 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan.

3. Pedoman kerja bagi lembaga pendidikan Agama Hindu dan pembinaan Dharma Dutta juga tercakup dalam Surat Keputusan Nomor : 012/SK/PHDIP/I/98, tertanggal 3 Januari 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan.

4. Penyusunan pedoman penerbitan penerjemahan pustaka suci Weda dan susastra lainnya sedang dilaksanakan.

5. Mengingat akan keterbatasannya anggaran maka Parisada belum dapat mendistribusikan secara merata buku-buku pedoman keagamaan yang sudah diterbitkan oleh / atas rekomendasi Parisada.

6. Parisada secara aktif mendorong peranan masyarakat dalam menerbitkan, menerjemahkan dan menulis buku-buku tentang keagamaan melalui konsolidasi dan komunikasi terarah.

7. Parisada telah dan terus memasyarakatkan keputusan dan pedoman bidang keagamaan yang sudah dikeluarkan oleh Parisada baik berupa edaran, maupun melalui berbagai kegiatan seperti: ceramah , dharma tula, diskusi, seminar da lain-lain.

8. Parisada belum bisa secara menyeluruh untuk mendirikan pusat perpustakaan Hindu dan mendirikan perpustakaan di tiap-tiap pura, serta melengkapi lembaga / badan - badan di bawah naungan Parisada dengan buku-buku keagamaan akan tetapi atas prakarsa masing-masing beberapa tempat telah membangun perpustakaan kecil.

9. Sudah melaksanakan dan terus meningkatkan dan meneruskan pendidikan calon Pinandita untuk memenuhi kebutuhan pembinaan umat di seluruh Indonesia atas kerja sama Parisada dengan Pemda Bali dan berbagai yayasan keumatan.

10. Atas kerja sama Parisada dengan badan-badan sosial keagamaan Parisada melaksanakan pendidikan para sarati/tukang banten dalam rangka pemahaman upakara untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan yadnya, disesuaikan dengan desa, kala, patra dengan memperhatikan unsur budaya daerah.

11. Parisada telah melayangkan surat permohonan ijin kepada Pemerintah untuk menggunakan peninggalan (purbakala) yang bernafaskan Hindu seperti Candi, Pathirtan, dan sejenisnya untuk difungsikan sebagai tempat pemujaan / persembahyangan pada hari-hari raya Hindu namun sesuai peraturan pada setiap pelaksanaan harus tetap mohon ijin kepada pengelola setempat.

12. Parisada sudah melaksanakan Penerbitan surat edaran ke daerah-daerah agar umat di daerah selain menjaga kesucian pura juga melengkapi pura dengan sarana socalaya (tempat mandi, toilet), sarana kebersihan seperti tempat sampah, dan sejenisnya dengan surat edaran nomor: 550/Set/X/PHDIP/1994, tanggal 8 Oktober 1994

13. Sesuai TAP III/M.Sabha/1996 tentang Piagam Besakih Parisada menetapkan Pura Besakih sebagai salah satu pusat tirthayatra umat Hindu di Indonesia. Untuk itu kawasan Pura Besakih atas bantuan Pemda Bali telah membangun dharmasala (penginapan), socalaya (tempat mandi dan toilet), balai pertemuan, pelataran parkir yang tertib agar tidak mengganggu kesucian pura, sedangkan mengenai perpustakaan sedang dikonsiltasikan dengan berbagai pihak terkait.

14. Untuk meningkatkan kualitas umat dalam pendalaman Weda Parisada sedang merintis kerja sama dan mendorong partisipasi umat untuk mendirikan pasraman (ashram) sebagai tempat pembinaan spiritualitas Hindu, serta sedang dirumuskan pola koordinasinya untuk meningkatkan hubungan dan pembinaan dengan pusat spiritual Hindu yang terorganisir yang telah ada di Indonesia.

15. Parisada sedang merintis berdirinya lembaga pembinaan Dharma Gita untuk menggali, membina dan mengembangkan lagu-lagu keagamaan, baik sebagai sarana pembinaan umat Hindu maupun kreasi seni suara.

16. Parisada sudah Mengajukan memorandum kepada Pemerintah dan lembaga / badan-badan yang terkait untuk tidak memberikan dan atau menyebarkan tafsir terhadap ajaran Agama Hindu secara keliru, serta mengupayakan agar pihak lain tidak menggunakan istilah-istilah keagamaan Hindu yang bernilai sakral, lebih-lebih yang berkonotasi lain dengan surat nomor: 185/PHDIP/VII/1998, C.q. Dep. Agama

17. Mendorong dan membantu setiap pengurus Pura dalam usaha sertifikasi tanah / pelaba Pura melalui surat edaran nomor : 524/PHDI-P/VI/2000, tanggal 20 Juni 2000

18. Parisada sedang mengkoodinasikan dengan Dirjen Bimas Hindu dan Budha tentang Penyusunan dan penerbitan blanko "Sudhi Wadani" yang baku, sebagai pedoman seluruh lembaga / badan-badan yang berkepentingan.

19. Mengenai pengajuan memorandum kepada Pemerintah, agar mengadakan peninjauan kembali SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor : 01/BER/MDN/MAG/1969, tanggal 13 September 1969 tentang ketentuan perizinan pembangunan rumah ibadah Parisada belum dapat dilaksanakan karena masih ada dualisme pendapat tentang hal ini.

20. Parisada sedang dan terus melaksanakan pengkajian ulang hasil-hasil seminar kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek Agama Hindu, yang hasilnya dapat segera diterbitkan dan disebarluaskan kepada umat melalui lembaga pendidikan agama Hindu.

21. Parisada sudah dan terus mengamankan dan menyebarluaskan Piagam Besakih melalui berbagai kesempatan dalam masyarakat umat Hindu.

22. Parisada sudah membentuk tim pengkaji ulang terhadap kesimpulan seminar wariga/ pangalantaka/panampih sasih, yang diadakan di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, pada tanggal 17 Juni 1996, diharapkan dalam Pesamuan Agung ini akan menjadi agenda bahasan terutama dalam Sabha Pandita.

C. TATA KEMASYARAKATAN

1. Menyusun pola dan rencana pendidikan luar sekolah di bidang keagamaan dengan menempatkan keluarga sebagai titik sentral, dengan mempertimbangkan penggunaan teknik dan metode pendekatan yang tepat sampai sekarang belum dapat dilaksanakan, mudah-mudahan dalam sisa waktu yang akan datang.

2. Menyusun rencana penyusunan, dan pendayagunaan dharma duta sebagai tenaga penyuluh dalam pola pendidikan luar sekolah di bidang keagamaan sudah dan terus dilaksanakan dan kami secara rutin dan insidentil menerima laporan dari Dharma Dutta dilapangan.

3. Membina hubungan baik serta melibatkan institusi sosial di masyarakat, yayasan pendidikan, ashram sebagai bagian dari sasaran dan pelaksanaan pola pendidikan luar sekolah di bidang keagamaan sedang terus dilaksanakan berupa kunjungan dan konsultasi.

4. Menyusun pola dan program penyiaran pendidikan agama melalui media massa, baik media cetak maupun media elektronik, di tingkat pusat maupun daerah sudah dilaksanakan dengan diterbitkannya SK Nomor : 416/KEP/Parisada-Pusat/VI/2000 tertanggal 1 Juni 2000, Tentang Pembentukan Team Pengisi Mimbar Agama Hindu Di Media Elektronika. Pada saat ini kami sudah memiliki rencana dan jadwal pengisian acara tersebut untuk satu tahun disemua media kaca.

5. Parisada Pusat melakukan pencatatan ulang jumlah guru agama di seluruh Indonesia pada semua tingkat SD, SMP dan SMU, serta Perguruan Tinggi, dan memperjuangkan pengangkatan guru-guru agama di semua tingkatan sekolah belum dapat dilaksanakan karena sistem rekrutmen sangat tertutup.

6. Meninjau dan mengkaji ulang sekolah dan lembaga pendidikan guru agama untuk ditingkatkan jumlah, mutu dan statusnya belum dapat dilaksanakan.

7. Parisada Pusat melakukan pembinaan konsolidasi organisasi dan koordinasi peranan wanita, baik pemuda maupun mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan sradha dan bhakti sudah dan terus dilaksanakan.

8. Parisada Pusat mendorong terbentuknya pengurus pusat Wanita Hindu Dharma dan mengadakan konsolidasi sebagai wahana pendidikan keluarga di bidang keagamaan, sudah dan sedang dilaksanakan masih diseputar personalia, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita terwujud.

9. Pendirian lembaga penasehat perkawinan dan perceraian bagi umat Hindu belum dapat dilaksanakan karena terbatasnya personal.

10. Parisada belum dapat mengusulkan kepada Pemerintah untuk menyederhanakan pencatatan perkawinan bagi umat Hindu dan menunjuk organ Parisada Daerah ditetapkan sebagai pembantu pencatat perkawinan Hindu karena menyangkut UU No.1/74.

11. Mengenai pemekaran kebhinekaan budaya Hindu sebagai refleksi maupun media pengembangan ajaran Hindu dalam bentuk seni, arsitektur, busana, dan lain-lain yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penerapan dan pengamalan ajaran Agama Hindu Parisada belum dapat dilaksanakan mengingat masalahnya sangat kompleks.

12. Parisada belum dapat menerapkan sepenuhnya mengenai manajement dalam pengelolaan pura sehingga mencerminkan esensi keberadaannya dalam aspek religi dan kemasyarakatan yang membawa manfaat bagi kehidupan keumatan. Selain itu mempertegas status tanah dan labha pura sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

D. BIDANG ORGANISASI

1. KELEMBAGAAN

1.1 Membentuk lembaga penelitian dan pengembangan serta badan-badan sosial keagamaan dengan terbitnya SK nomor : 08/SK/PHDIP/I/98 tertanggal 3 Januari 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan serta SK nomor : 011/SK/PHDIP/I/1998 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Badan Penelitian dan Pengembangan Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat.

1.2 Membentuk lembaga artha sudah diterbitkannya SK nomor: 07/SK/PHDIP/I/1998 tertanggal 3 Januari 1998 tentang Lembaga Artha Parisada Hindu Dharma Indonesia. Serta SK nomor : 010/SK/PHDIP/I/1998 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Lembaga Artha Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat.

1.3 Membentuk lembaga pembinaan dharma gita sedang diupayakan

1.4 Membentuk lembaga pendidikan agama dan pembinaan dharma duta telah dilaksanakan melalui SK. Nomor : 012/SK/PHDIP/I/1998, Tanggal 3 Januari 1998

2. ORGANISASI

2.1 Melakukan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat perwakilan, belum dilaksanakan karena struktur yang ada masih dapat menjangkau umat.

2.2 Menyusun tata kerja Parisada Pusat dan hubungan Parisada Pusat dengan Parisada Daerah sudah dilaksanakan dengan Skep Pesamuhan Agung Parisada Tanggal 27-28 April 1998 dengan Nomor: 019/SK/PHDIP/IV/1998 tentang Program Kerja Lima Tahun Parisada Hindu Dharma Indonesia (1996-2001).

2.3 Menyusun petunjuk pelaksanaan tentang sabha Pandita, sabha Walaka serta loka sabha Parisada sudah diterbitkan Pedoman Teknis Nomor: 01/Juknis/PHDI-P/XI/1996 tertanggal 20 Nopember 1996 tentang Pelaksanaan Loka Sabha Parisada Hindu Dharma Indonesia di Daerah.

2.4 Menyusun mekanisme kerja Parisada dengan organisasi, lembaga, dan atau badan-badan yang bergerak di bidang keagamaan sudah dilaksanakan melalui berbagai kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial.

2.5 Meningkatkan hubungan antara Parisada dengan organisasi Hindu di tingkat regional maupun internasional sudah dan terus dilaksanakan secara organik dan perorangan Parisada telah menjadi anggota WHF.

2.6 Mendorong penyelenggarakan pendidikan kader-kader organisasi dan kerohanian sudah dan terus diupayakan melalui kerja sama dengan ormas Hindu.

2.7 Memperbaharui lambang Parisada sesuai dengan ketentuan Anggaran Tumah Tangga belum dilaksanakan.

3. PEMBINAAN UMAT

3.1 Menyusun petunjuk pelaksanaan tentang mekanisme pendataan umat dan pengurus Parisada dari tingkat pusat sampai tingkat daerah sudah dengan surat edaran nomor : 010/PHDI-P/XII/1996, namun belum terealisir karena berbagai kendala ditingkat daerah.

3.2 Menyelenggarakan pembinaan umat ke daerah-daerah secara berkala sudah dan terus dilaksanakan sesuai kemampuan keuangan.

3.3 Menyusun pola pembinaan umat melalui lembaga-lembaga siaran, baik media modern, maupun media tradisional sudah dan sedang dilaksanakan dengan diterbitkannya SK Nomor: 416/KEP/Parisada-Pusat/VI/2000 tertanggal 1 Juni 2000, Tentang Pembentukan Team Pengisi Mimbar Agama Hindu Di Media Elektronika.

E. KEUANGAN

Keuangan Parisada Pusat di Jakarta periode Mei 1998 s/d 31 Maret 2000 adalah :

- Penerimaan Rp. 203.000.000
- Pengeluaran Rp. 187.903.650
- Saldo Rp. 15.096.350
Keuangan sekretariat Parisada Pusat di Denpasar periode April 1998 s/d 31 Maret 1999 sebagai berikut :

- Penerimaan Rp. 123.253.270
- Pengeluaran Rp. 154.489.780
- Saldo minus Rp. 31.236.510
Adapun rincian penerimaan dan pembiayaan dana Parisada terlampir 1 dan 2.

Demikian hal-hal yang dapat kami sampaikan sebagai laporan Parisada Pusat kurun waktu dua tahun lima bulan ini semoga ada manfaatnya untuk kegiatan Parisada masa mendatang.

Om €anti, €anti, €anti Om
Jakarta, 15 September 2000
Letjen TNI (Purn) Putu Soekreta Soeranta
Ketua Harian
Dr. Ida Bagus Gunadha, MSi.
Sekretaris Jenderal,

Source : Parisada


Cetak