Hindu-Indonesia.Com
Ucapan Terima Kasih   |  Opini Anda Lihat Tamu  | home |
::::

logo.jpg (26320 bytes)
Parisada

  Lahirnya Piagam Campuhan
 
 

Tepatnya tanggal 17 sampai dengan 23 Nopember 1961 di Campuhan Ubud, Gianyar-Bali berkumpullah para pemimpin umat Hindu. Pertemuan yang dikenal dengan Paruman (Dharma Asrama) diprakarsai oleh Parisada Dharma Hindu Bali, diikuti oleh Sulinggih (Pandita) dan Walaka. Mereka bertemu untuk membicarakan masalah keumatan dan masalah keagamaan (Dharma Negara dan Dharma Agama)

Isi dari Dharma Agama adalah antara lain menjunjung tinggi Weda Sruti sebagai murda (inti), yakni mantra Dewa puja (pujaan), Bhagawadgita, tatwat-tatwa (filsafat kerohanian). Dharma Sastra Smrti (ajaran penuntun kesusilaan agama) yakni Sarasamuscaya dan ajaran penuntun kesusilaan, berhasrat membangun/mengadakan Asrama Pangadyayan (Perguruan Tinggi Agam) tempat mempelajari dharma, menetapkan syarat-syarat pediksaan (pengangkatan Pendeta) sebelum adanya sekolah tersebut, harus didirikan Padmasana atau Sanggar Agung disetiap Khayangan Tiga, menetapkan Pengalantaka (kalender), menetapkan pelaksanaan pembakaran mayat serta upacara bagi yang mati tidak wajar (salah pati, ulah pati, kepengenan, sakit lepra), menetapkan cuntaka (masa kototr), menetapkan pergantian Tahu Saka (Masa), mengarahkan untuk melaksanakan Siwva Latri (malam perenungan suci) serta diharapkan para sulinggih dan Welaka menyebarluaskan keputusan ini.

Adapun isi dari Dharma Negara adalah lebih menitikberatkan pada kewajiban Umat Hindu sebagai warga bangsa yang berada dalam naungan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Piagam Campuhan terdiri dari beberapa pasal. Pada bagian A butir II antara lain menyebutkan bahwa mulai saa ini berhasrat membangun/ menyelenggarakan Arsama Pengadyayan (Perguruan Tinggi Agama) tempat mempelajari Dharma. Butir inilah sebagai cikal bakal terwujudnya perguruan tinggi Hidnu. Akhirnya cita-cita tersebut terwujud dimana pada tanggal 3 Oktober 1963 bertepatan dengan Purnama Kapat berdirilah Maha Widya Bhavana (Perguruan Tinggi Agama Hindu) yang lebih dikenal dengan Institut Hindu Dharma, dengan status terdaftar pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Surat Keterangan Terdaftar Menteri P.T.I.P. No. 97/B.SWT/P/64.

Isi pokok Piagam Campuhan yaitu Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma Agama yang dimaksud adalah bagaimana Umat Hindu bisa menjalankan ajaran Dharma tersebut lewat kerangka dasar Agama Hindu (Tattwa, Susila, Upacara). Dharma Negara lebih menitikberatkan pada hubungan umat sebagai warga Negara Kesatuan RI dalam memposisikan diri untuk dapat berperan aktif disetiap kegiatan kebangsaan/kenegaraan serta selalu menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dengan menjunjung tinggi Pancasila khususnya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa maka setiap Warga Negara Indonesia wajib mematuhinya. Pesamuhan berpendapat bahwa ajaran Dharma Agama harus diberikan di sekolah-sekolah dan mendesak MPRS dan DPRGR untuk menyelenggarakannya hingga dikeluarkan peraturan yang mewajibkan kepada siswa-siswa dan mahasiswa-mahasiswa di sekolah-sekolah, perguruan tinggi pemerintah maupun swasta untuk mengikuti agamanya masing-masing merupakan uraian-uraian penyebaran kemahaadilan dan kemahamuliaan Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya mendesak kepada Departemen Agama Republik Indonesia agar pelaksanaan keputusan Majelis berkaitan dengan pemberian pelajaran Agama Hindu Bali dilakukan di sekolah-sekolah dimana terdapat penganut Dharma Hindu Bali.

Latar Belakang Parisada
> Lahirnya Piagam Parisada
> Lahirnya Piagam Campuhan
> Lambang Parisada Hindu Dharma
> Perubahan Nama Parisada
> Kepengurusan Parisada

 
 Source :   Parisada
 
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
:::::  

Copyright 2003 Parisada All Rights Reserved.