Hindu-Indonesia.Com
Ucapan Terima Kasih   |  Opini Anda Lihat Tamu  | home |
::::

logo.jpg (26320 bytes)
Parisada

 Keto Kone
 
  Melalui UDG Menuju Ajeg Bali dan Indonesia
 

Seperti diberitakan Bali Post, 15 Juli 2005, pada pembukaan Utsawa Dharma Githa (UDG) Tingkat Nasional IX Tahun 2005 di GOR Saburai Bandar Lampung pada 14 Juli 2005, Presiden Yodhoyono meminta agar umat Hindu dan umat beragama umumnya menjaga dan menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus mengajak seluruh umat beragama untuk menggunakan teks kitab suci sebagai pedoman untuk menghadapi tantangan zaman sehingga agama dapat dipahami secara lebih aktual dan relevan untuk menjawab persoalan mendasar manusia yang muncul dalam setiap zaman.

Saya ingin mengajak seluruh anak bangsa untuk merenungkan dalam-dalam dan berusaha untuk melaksanakan apa yang dikatakan oleh Bapak Presiden. Sebagaimana kita ketahui bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk yang terdiri atas berbagai suku, adat-istiadat, agama, dan lain-lain. Namun, hal tersebut bukanlah halangan untuk bersatu. Sejarah telah membuktikan bahwa hanya melalui semangat persatuanlah segala persoalan bangsa dapat kita selesaikan. Untuk itu kita hanya perlu merenungkan sejenak ungkapan monumental leluhur kita yaitu bhineka tunggal ika tan hana dharma mangruwa, meskipun berbeda-beda namun kebenaran itu satu adanya. Meskipun kita berbeda suku, agama, adat-istiadat, namun sesungguhnya kita satu bangsa, bangsa Indonesia, satu umat, umat manusia.

Jika kita semua bisa memahami ungkapan di atas maka segala kegiatan yang bermuara pada disintegrasi bangsa dan masyarakat semestinya tidak perlu terjadi. Segala kegiatan yang ingin mengubah bentuk negara seharusnya juga tidak perlu terjadi. Segala kegiatan untuk mengkonversi umat beragama seharusnya juga tidak perlu terjadi.

Segala kegiatan yang bermuara pada pemerkosaan alam (Ibu Pertiwi) tidak perlu terjadi. Hukum semesta berjalan sangat rapi dan tidak pandang bulu di mana setiap aksi akan mendapatkan reaksi yang setimpal entah kita percaya atau tidak. Seperti hukum gaya tarik bumi yang menimpa isi bumi, percaya atau tidak.

Putu Kesuma
Br. Kelodan, Tampaksiring, Gianyar

 
 Source :   Balipost
 
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
:::::  

Copyright © 2003 Parisada All Rights Reserved.