Hindu-Indonesia.Com
Ucapan Terima Kasih   |  Opini Anda Lihat Tamu  | home |
::::

logo.jpg (26320 bytes)
Parisada

 Keto Kone
 
  Berharap PHDI Cari Solusi
 

Surat pembaca Bali Post pada 21 September 2005 yang disampaikan oleh warga Pasek Br. Sumampan, Desa Kemenuh mengenai keputusan Banjar Dalem Sumampan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, bahwa pemuput upacara Pitra Yadnya adalah Pedanda Siwa Budha dan Sangging.

Mencermati keputusan dari awig-awig Banjar Dalem Sumampan tersebut, saya sampaikan bahwa sudah keluar dari konsep bhisama dari PHDI Bali yang mengharuskan menggunakan pemuput dari segala klan yaitu sarwa sadaka. Dalam hal ini keputusan dari Br. Dalem Sumampan perlu ditinjau ulang karena sudah membunuh dan memperkosa niat umat untuk melakukan yadnya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi yang menggunakan sarana sulinggih kalangan warga Pasek, Ida Pandita Mpu. Sehingga sampai-sampai warga Pasek tersebut mengurungkan niatnya untuk melakukan yadnya yang merasa disisihkan.

Untuk itu kami dari warga Pasek Perangsada mengharapkan PHDI Bali untuk mencarikan solusi sehingga mendapatkan titik temu dengan dasar ajeg Bali. Masyarakat Bali jangan mau diadu domba, ada pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal ini hanya untuk kepentingan yang merasa klannya lebih tinggi sehingga sengaja menghasut pihak pemegang tampuk kepemimpin di Br. Dalem Sumampan.

Sekarang dan dari dulu yang ada Catur Warna bukan Catur Wangsa.

I Made Niartha
Br. Dinas Perangsada, Pering
Blahbatuh, Gianyar

 
 Source :   Otorita
 
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
:::::  

Copyright © 2003 Parisada All Rights Reserved.