Hindu-Indonesia.Com
Ucapan Terima Kasih   |  Opini Anda Lihat Tamu  | home |
::::

logo.jpg (26320 bytes)
Parisada

 Keto Kone
 
  Konflik Umat Hindu, NO WAY!!!!
 

Om Swastiastu Mohon maaf sebelumnya atas subjeknya yang keras. Saya rasa, inilah saatnya kita umat Hindu di akar rumput untuk segera mengambil sikap.

Hal ini mengingat dalam pengamatan saya, beberapa oknum Pengurus Parisadha dari kedua belah pihak terlalu menuruti emosi. Padahal mereka semua adalah orang yang berpendidikan, dan dari segi usia sudah tidak bisa dibilang muda lagi.

Tidakkah mereka sadar bahwa sebagian besar masyarakat hindu di akar rumput kita itu belum siap untuk mendengar perang statemen di mass media. Mungkin bagi mereka, itu hanya sebagai permainan perang kata-kata atau urat syaraf, tp tidakkah mereka sadar apa pengaruhnya bagi umat di akar rumput????

Tidakkah mereka sadar akan ajaran Weda bahwa Pemimpin itu harus memberikan suri teladan bagi pengikutnya, dan bagi mereka yang pintar dan mempunyai keahlian itu wajib untuk membimbing yang lain di jalan dharma????

Berkacalah pada keadan sekitar. Tidakkah mereka melihat, membaca dan atau mendengar tentang berbagai konflik perpecahan di NU, PKB, PDI P atau bahkan Poso??

Apakah mereka justru merasa konflik tersebut suatu trend yang harus diikuti??? Kebebasan berorganisasi dan berpendapat itu adalah Hak Asasi Manusia. Namun apakah mereka harus selalu mengutamakan hak daripada kewajiban???

Lihatlah bagaimana masyarakat Inggris mensikapi kalangan bangsawan atau kerajaan. Berkacalah bagaimana Nelson Mandela dan masyarakat Afrika Selatan dengan arif dan jernih menyudahi konflik akibat Apartheid di Afrika. Atau gak usah jauh-jauh mengambil contoh, lihatlah bagaimana masyarakat Jogjakarta bersikap atas kalangan Keraton yang berbeda dengan saudara-saudaranya di Solo. Atau bagaimana masyarakat ambon sekarang bersusah payah untuk bangkit dari perpecahan.

Saya tidak habis pikir, hanya memperebutkan pengaruh kok sampai mengorbankan umat.

Bersikaplah yang jernih sesuai ajaran Weda. Mengapa tidak berkompetisi secara positif. Silahkan berlomba-lomba untuk menawarkan program atau kegiatan sehingga biarlah umat yang menilai mana yang bagus dan patut diikuti. Sayang sungguh disayang. Dengan segala embel-embel gelar kesarjanaan yang mentereng bahkan ada yang berpredikat lulusan luar negeri bersikap seperti itu.

Dalam menyikapi permasalahan ini, kiranya kita mengamati dan menganalisa dengan hati nurani yang bersih. Jika kita berbicara dalam konteks diskusi, menurut hemat saya masih dalam koridor. Namun jika kita sudah mengambil sikap untuk memihak oknum-oknum tersebut, mohon kiranya dipikirkan secara matang. Buat apa kita berkelahi. Apakah kita ingin melihat Bali seperti Ambon atau Poso???

Ketika Gus Dur dan Hasyim Muzadi konflik di NU, kaum pinisepuh NU segera turun tangan tuk menjernihkan dan mendinginkan suasana. Bagaimana dengan di Hindu, kemanakah kaum pinisepuh kita itu???

Saya jadi teringat postingan Jero Mangku Sudiada, kita umat Hindu di Bali sibuk berantem, para pendatang akhirnya dengan leluasa membuat bom atau mengkonversi umat.

Mohon maaf jika postingan saya bernada keras karena merupakan cermin kegalauan hati saya terhadap sikap oknum-oknum ini. Semoga kita tetap bisa bersatu dengan segala perbedaan yang ada.

Om Awighnam Astu Namo Sidham Swaha
Om Dirghayur Astu Tat Astu Astu Swaha
Om Ano Badravo Kratavo Yantu Visvatah
Om Shanti Shanti Shanti Om

Ketut Hadi

 
 Source :   HDNet
 
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
:::::  

Copyright © 2003 Parisada All Rights Reserved.