Majalah Hindu Raditya
OM SWASTYASTU. Selamat Datang di Web Majalah Hindu RADITYA dan sekaligus Website PUTU SETIA, pendiri majalah ini.
Left Menu

PUTU SETIA & KARYANYA

Apa dan Siapa Putu Setia
Dharma Wacana
Bali 2007
Cari Angin Koran Tempo
Kolom Khas Putu Setia

KELOMPOK USAHA RADITYA

Asram Dharma Sastra
Majalah Raditya
Pustaka Manikgeni

LINKS

Tempo Interaktif
Sarad Bali
Balipost Online
Hindu-Indonesia
Hindu Batam
Hindu Sumbar
Desa Adat Bali
Tempo English Edition

HALAMAN MUKA

News...

Editorial 5 February 2008
Memuja Leluhur


Bagaimanakah para leluhur kita di masa lalu mengajarkan masalah moral, budi pekerti, keyakinan agama, dan ritual-ritual yang ada? Apakah mereka memberikan dharma wacana sambil mengutip buku-buku suci? Mungkin tidak, teknik penyampaiannya pasti sederhana dengan cara bercerita.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 5 February 2008
Pura Sangkareang di Lombok Barat dirusak Massa<


Kekerasan atas nama agama kembali mewarnai awal tahun 2008. Aksi massa yang menyerbu, merusak dan membakar bangunan dan pelinggih di lingkungan Pura Sangkareang di Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Selasa, 15 Januari 2008 sekitar pukul 23.30 wita. Aksi terkutuk yang sangat muatan SARA (suku, agama, ras, antar golongan) ini telah menodai semangat kebersamaan dalam kebhinekaan dan toleransi serta kerukunan antar umat beragama.
Selenkapnya


Bahasan Utama 4 February 2008
Benarkah Roh Leluhur Bisa Diajak Bicara?


Agama Hindu menyediakan literatur yang melimpah untuk dijadikan tumpuan belajar dan panduan mempraktikkan kehidupan beragama. Ada kelompok kitab Weda yang banyak jumlahnya, kemudian di Bali sendiri masih dibantu dengan literatur dalam bentuk lontar. Nah, itu baru panduan yang tertulis saja, karena di luar itu masih ada sulinggih ataupun pemangku sebagai tempat konsultasi tentang masalah keagamaan. Jika itu pun belum cukup, maka masih ada lusinan dresta, sima atau tradisi yang telah lumrah dipraktikkan turun-temurun.
Selenkapnya


Bahasan Utama 4 February 2008
Dogmatisme Kitab Suci versus Ketakutan Pada Mag


Agama memungkinkan masyarakat untuk melempar tanggung jawab kepada pihak ketiga (Tuhan) untuk menetralisir hal-hal yang mengecewakan hidupnya. Demikian kata Karl Marx yang kemudian ia menyebut cara hidup seperti itu adalah gejala manusia bermental negatif, tak bertanggung jawab.
Selenkapnya


Opini 3 February 2008
Mungkinkah Demitologisasi Prilaku Umat Hindu?


Ketika kita menatap prilaku umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali, maka sangat mudah kita menemukan bahwa, bandul pencarian kebenaran mereka bergerak di antara sastra (kitab suci) dan mitos. Dominasi mitos masih sangat kentara, lewat berbagai aktivitas sehari-hari. Sampai di sini kita tak bisa mengelak tesis dari E.B Taylor (1891), yang mengatakan bahwa agama sebagai kepercayaan terhadap hal-hal spiritual dan lahir dari upaya para filosofi primitif untuk mengerti dan memahami pengalaman-pengalaman mental mereka dalam berprilaku.
Selenkapnya


Opini 3 February 2008
Perlindungan gaib dalam Lemahnya Brama


Proses pembelajaran sabda suci Tuhan dari Veda, Gita, atau Brahma tattwa pada masa sekarang ini, metodenya telah sama-sama kita ketahui. Ia dapat dicapai dengan dharma wacana, dharma tula, dharma gita, tirta yatra, dan lainnya. Yang saat ini diterjemahkan oleh manajemen modern menjadi seminar, coaching, workshop, company visit, dan istilah lain. Sistem ini telah digunakan oleh masyarakat umum, dan hasilnya pun bisa dipetik oleh instansi yang bersangkutan, tergantung pada kesungguhannya dalam menerapkan.
Selenkapnya


Opini 3 February 2008
MITOS GAIB:
Menyuburkan Ritual, Menghancu


Dalam berbagai mantra dan sukta dari kitab suci Weda, seringkali diutarakan mengenai keagungan dan sifat-sifat mulia dari Tuhan. Ada yang menyebut Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, Maha Karya, Maha Tahu dan sebagainya. Tuhan Hindu juga kadang disebut dengan nama Hari, Tuhan sebagai pemberi yang terkasih. Sedangkan masyarakat Bali terkadang menyebutnya sebagai Sang Hyang Parama Kawi (pengarang teragung), Sang Hyang Adi Bhuda (Yang Maha Bijaksana), Sang Hyang Guru (Guru teragung), dan sebagainya. Tuhan juga dikatakan sebagai perwujudan kasih-Prema Swarupa yang tak terbatas. Melalui kasihnya Beliau menciptakan alam semesta beserta isinya dan memeliharanya dengan kasih pula.
Selenkapnya


Wawancara 2 February 2008
Jro Dasaran Dwija Prana


Apa dan bagaimana sebenarnya persoalan magis di kalangan umat Hindu? Apakah memang benar penganut Hindu terikat oleh hal-hal yang bersifat magis dan bagaimana kedudukan magis dalam sastra Weda?. Berikut petikan wawancara wartawan Majalah Raditya I Nyoman Arjana dengan Jro Dasaran Dwi Prana di Batubulan, Gianyar, Bali.
Selenkapnya


Wacana 2 February 2008
Maya Danawa dalam Srimad Bhagavatam


Tulisan ini bersumber dari Srimad Bhagavatam, Maha Purana yang disusun oleh Maha Resi Krishna Dvaipayana Vyasa. Tulisan ini dari skanda7 bab 10 sloka52 - sloka 70. Diceritakan di sini ketika Maharaja Yudistira bertanya kepada Dewa Resi Narada, tentang apa sebabnya raksasa Maya Danawa dapat menaklukkan kekuatan Dewa Siwa yang begitu perkasa, dan bagaimana caranya Sri Krishna menolong Dewa Siva dan mengembalikan kejayaannya.
Selenkapnya


Wacana 2 February 2008
Rahasia di Balik Hidup Sederhana


Menapaki hidup sederhana merupakan salah satu bentuk atau jalan yang dapat digunakan oleh setiap orang untuk menghayati dan merindukan keberadaan Tuhan (Hyang Widhi). Namun pada masa-masa ini, kesederhanaan hidup dipandang sebagai bentuk kemiskinan dan kenestapaan. Inilah yang menyebabkan banyak orang cenderung hidup bergelamor dan berlebihan. Pandangan bagi orang demikian hanya memberikan makna pada sisi luar saja, bukan memahami dan mengambil makna terdalam dari kehidupan ini.
Selenkapnya



 [1][2][3][4]   

Buku Baru
meradang.jpg (30185 bytes)
Harga Rp 30.000,-

covbali.jpg (20420 bytes)
Harga Rp 30.000,-
(Cetak Ulang)

sriyoga.jpg (31656 bytes)
Harga Rp 27.000,-

sapi.jpg (34216 bytes)
Harga Rp 12.000,-

Copyright 2007, hindu-raditya, Kontak: Webmaster
admin