Majalah Hindu Raditya
OM SWASTYASTU. Selamat Datang di Web Majalah Hindu RADITYA dan sekaligus Website PUTU SETIA, pendiri majalah ini.
Left Menu

RADITYA 124

Editorial
Pesamuhan Agung

Parisada Hindu Dharma Indonesia menyelenggarakan Pesamuhan Agung pada 3 - 4 November ini di Denpasar Bali. Pesamuhan Agung ini adalah kegiatan rutin setahun sekali, semacam rapat kerja nasional bagi organisasi non-keagamaan. lebih detil


Bahasan Utama
Pemerintah Bali Mencampuri Urusan Ritual Keagamaan

Mengelola Ketakutan Umat Memperkokoh Kekuasaan
Bukan di Bali saja, tetapi di Indonesia, bahkan di banyak negara di dunia, agama dijadikan wahana oleh pemerintah untuk memperkokoh posisi kekuasaannya. Agama yang awalnya adalah hak pribadi kemudian bergeser menjadi urusan pemerintahan dan dilembagakan. Berikutnya rekayasa keagamaan pun menyertai untuk memelihara ketakutan umat terhadap dewa-dewa dan leluhur.
 lebih detil


Wacana
Murnikan Diri Lewat Saraswati dan Pagerwesi

Gede Agus Budi Adnyana.
Weda adalah kamus besar jagat raya, berisikan tentang segala hal baik yang terlihat dan yang tidak terlihat. Dengan demikian pengetahuan suci tersebut, merupakan sebuah hal yang patut diagungkan dan dimuliakan. Dalam konteks ini, Weda sangat menekankan dan mempromosikan pengetahuan, agar kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan mudah.
 lebih detil


Hindu Nusantara
PHDI Dukung Penghapusan Sanksi “Kesepekang”

MMDP Buleleng Masih Keberatan
Laporan Made Mustika
Bravo, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali! Akhirnya para nayaka (pengurus) MUDP menyadari bahwa ada yang salah dalam perjalanan desa adat di Bali selama ini. Melalui pesamuan agung yang digelar di Samuan Tiga, Gianyar, saat Lebaran lalu, MUDP memutuskan, sanksi adat berupa kesepekang (pengucilan atau pengasingan) dicabut. Lewat pesamuan itu, sanksi kesepekang di Bali dinyatakan tidak berlaku lagi.
 lebih detil


Opini
Menyoroti "Vital View" Pesamuhan Agung PHDI Pusat

Nyoman Sedana
Satu tahun berlalu kepengurusan PHDI Pusat Perioda 2006–2011 sangatlah tepat untuk melakukan review terhadap kinerjanya. Sudah berapa jauh rencana tindakan (action plan) yang sudah dilakukan terhadap rekomendasi Mahasabha IX. Dari sekian banyak masalah tentu ada yang diprioritaskan, dan progress-nya sudah sejauh mana. Apabila diibaratkan sebagai konsep gunung es, dan mencoba permukaan airnya diturunkan secara perlahan, maka masalah-masalah yang crucial (kritis) yang tersembunyi akan tampak.
 lebih detil


Bahasan Utama
Menyongsong Pesamuhan Agung Parisada

Pesamuhan Agung Parisada yang digelar 3 dan 4 November ini nampaknya sudah disiapkan dengan rapi. Sesuai pasal 24 ayat 2 sub b Anggaran Dasar PHDI, Sabha Walaka wajib menyiapkan usulan untuk dibahas dalam Pesamuhan ini. ”Semuanya sudah rampung dan bahan-bahan sudah dikirimkan ke peserta Pesamuhan satu bulan sebelumnya, sebagaimana yang ditentukan,” kata Ir. Putu Wirata Dwikora, Sekretaris Sabha Walaka PHDI Pusat. lebih detil


Opini
Basis Hubungan Umat Wujudkan Hindu Nusantara

Edwin Indramora A.
Eksistensi umat Hindu di Nusantara memang ada, tetapi masih tanpa identitas menonjol. Kita masih kurang merasakan adanya kebersamaan pada suatu bentuk program dalam skala nasional, mungkin kita masih bertumpu pada toleransi dan solidaritas. Tanpa bermaksud mengabaikan bahkan menampik semua yang telah dilakukan pada usaha ke arah itu.
 lebih detil


Wacana
Menjadikan Hidup Sebagai Pelajaran

I Wayan Dateng
Hidup merupakan Anugerah dari yang Maha Kuasa yang patut disyukuri oleh manusia. Dalam Hidup ada kebahagiaan dan ada pula kesedihan. Ada keuntungan ada pula kerugian, ada kelahiran maka ada pula kematian. Kedua sisi kehidupan ini merupakan satu kesatuan yang memiliki kekuatan dan nilai yang sama. Rwa Bineda ini merupakan dua unsur utama sebagai simbol dari sebab dan akibat, kondisi ini ibarat sekeping uang logam dengan dua sisi. Uang ini tidak akan mempunyai arti, jika hanya ada satu sisi saja.
 lebih detil


Hindu Nusantara
15 Sulinggih Bertirtayatra ke Gunung Raung:

Napak Tilas Jejak Spiritual Rsi Markandeya
Sebanyak 150 orang umat Hindu turut mengikuti perjalanan suci ke Gunung Raung-Jawa Timur yang berangkat pada 13 Oktober 2007. Tirthayatra ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan Pashraman Agung Griya Mas, Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali yang diasuh Ida Rsi Hari Dantam. Sebelumnya kegiatan pasraman ini telah berlangsung sejak 6 bulan yang lalu, tepatnya diresmikan 27 April 2007.
 lebih detil


Hindu Nusantara
Kesaksian Gaib Saat Pitrayadnya Kolektif di Karang

I Made Titib
Situasi yang semakin hari dirasakan semakin berat ini menyebabkan umat Hindu yang memiliki kepekaan terhadap perkembangan masyarakat mengupayakan jalan ke luar untuk tetap eksis. Supaya masih mampu melaksanakan ritual dengan tidak mengorbankan harta pusaka yang sebagian besar telah terjual untuk dan atas nama upacara agama Hindu seperti Pitrayajña (Ngaben, Mamukur, dan Mensthanakan Dewa Hyang).
 lebih detil


[1][2]   


Buku Baru
meradang.jpg (30185 bytes)
Harga Rp 30.000,-

covbali.jpg (20420 bytes)
Harga Rp 30.000,-
(Cetak Ulang)

sriyoga.jpg (31656 bytes)
Harga Rp 27.000,-

sapi.jpg (34216 bytes)
Harga Rp 12.000,-