Majalah Hindu Raditya
OM SWASTYASTU. Selamat Datang di Web Majalah Hindu RADITYA dan sekaligus Website PUTU SETIA, pendiri majalah ini.
Left Menu

RADITYA 126

Opini
Perlindungan gaib dalam Lemahnya Brama


Proses pembelajaran sabda suci Tuhan dari Veda, Gita, atau Brahma tattwa pada masa sekarang ini, metodenya telah sama-sama kita ketahui. Ia dapat dicapai dengan dharma wacana, dharma tula, dharma gita, tirta yatra, dan lainnya. Yang saat ini diterjemahkan oleh manajemen modern menjadi seminar, coaching, workshop, company visit, dan istilah lain. Sistem ini telah digunakan oleh masyarakat umum, dan hasilnya pun bisa dipetik oleh instansi yang bersangkutan, tergantung pada kesungguhannya dalam menerapkan.
 lebih detil


Opini
MITOS GAIB:
Menyuburkan Ritual, Menghancu


Dalam berbagai mantra dan sukta dari kitab suci Weda, seringkali diutarakan mengenai keagungan dan sifat-sifat mulia dari Tuhan. Ada yang menyebut Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, Maha Karya, Maha Tahu dan sebagainya. Tuhan Hindu juga kadang disebut dengan nama Hari, Tuhan sebagai pemberi yang terkasih. Sedangkan masyarakat Bali terkadang menyebutnya sebagai Sang Hyang Parama Kawi (pengarang teragung), Sang Hyang Adi Bhuda (Yang Maha Bijaksana), Sang Hyang Guru (Guru teragung), dan sebagainya. Tuhan juga dikatakan sebagai perwujudan kasih-Prema Swarupa yang tak terbatas. Melalui kasihnya Beliau menciptakan alam semesta beserta isinya dan memeliharanya dengan kasih pula.
 lebih detil


Opini
Mungkinkah Demitologisasi Prilaku Umat Hindu?


Ketika kita menatap prilaku umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali, maka sangat mudah kita menemukan bahwa, bandul pencarian kebenaran mereka bergerak di antara sastra (kitab suci) dan mitos. Dominasi mitos masih sangat kentara, lewat berbagai aktivitas sehari-hari. Sampai di sini kita tak bisa mengelak tesis dari E.B Taylor (1891), yang mengatakan bahwa agama sebagai kepercayaan terhadap hal-hal spiritual dan lahir dari upaya para filosofi primitif untuk mengerti dan memahami pengalaman-pengalaman mental mereka dalam berprilaku.
 lebih detil


Wawancara
Jro Dasaran Dwija Prana


Apa dan bagaimana sebenarnya persoalan magis di kalangan umat Hindu? Apakah memang benar penganut Hindu terikat oleh hal-hal yang bersifat magis dan bagaimana kedudukan magis dalam sastra Weda?. Berikut petikan wawancara wartawan Majalah Raditya I Nyoman Arjana dengan Jro Dasaran Dwi Prana di Batubulan, Gianyar, Bali.
 lebih detil


Wacana
Maya Danawa dalam Srimad Bhagavatam


Tulisan ini bersumber dari Srimad Bhagavatam, Maha Purana yang disusun oleh Maha Resi Krishna Dvaipayana Vyasa. Tulisan ini dari skanda7 bab 10 sloka52 - sloka 70. Diceritakan di sini ketika Maharaja Yudistira bertanya kepada Dewa Resi Narada, tentang apa sebabnya raksasa Maya Danawa dapat menaklukkan kekuatan Dewa Siwa yang begitu perkasa, dan bagaimana caranya Sri Krishna menolong Dewa Siva dan mengembalikan kejayaannya.
 lebih detil


Wacana
Rahasia di Balik Hidup Sederhana


Menapaki hidup sederhana merupakan salah satu bentuk atau jalan yang dapat digunakan oleh setiap orang untuk menghayati dan merindukan keberadaan Tuhan (Hyang Widhi). Namun pada masa-masa ini, kesederhanaan hidup dipandang sebagai bentuk kemiskinan dan kenestapaan. Inilah yang menyebabkan banyak orang cenderung hidup bergelamor dan berlebihan. Pandangan bagi orang demikian hanya memberikan makna pada sisi luar saja, bukan memahami dan mengambil makna terdalam dari kehidupan ini.
 lebih detil


Hindu Nusantara
Jro Mangku Purwa Mukti: Tahun 2008 Orang Bali H


Ditemui ditempat kediamannyapada awal januari 2008 di Banjar Tegehsari, Desa Adat Kerobokan, Kabupaten Badung, Jro Mangku Purwa Mukti didampingi sang suami, Jro Mangku Gde Putu Oka Swadiana memaparkan hasil teropong niskala tahun 2008. Jro Mangku Purwa Mukti adalah seorang tokoh supranatural walaupun tidak setenar Ny. Laurentia, namun hasil teropongnya sangat mencengangkan bagi yang mendengarkan.
 lebih detil


Hindu Nusantara
Pura Sangkareang di Lombok Barat dirusak Massa<


Kekerasan atas nama agama kembali mewarnai awal tahun 2008. Aksi massa yang menyerbu, merusak dan membakar bangunan dan pelinggih di lingkungan Pura Sangkareang di Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Selasa, 15 Januari 2008 sekitar pukul 23.30 wita. Aksi terkutuk yang sangat muatan SARA (suku, agama, ras, antar golongan) ini telah menodai semangat kebersamaan dalam kebhinekaan dan toleransi serta kerukunan antar umat beragama.
 lebih detil


Hindu Nusantara
Memanusiakan Anak Bangsa Melalui Meditasi


Di awal tahun 2008 yang penuh harapan tepatnya Minggu 13 Januari 2008 Perkumpulan Kasih Sejati [International Divine Love Society] melalui Meditasi Angkanya menggebrak Jakarta dengan pelayanan mulia yaitu seminar sehari bertajuk: Memanusiakan Anak Bangsa melalui Meditasi. Seminar ini diselenggarakan di Gedung Sapta Pesona Jl. Medan Merdeka Jakarta.
 lebih detil


Hindu Nusantara
Pengikut Hare Krishna Tirtayatra ke Banyuwangi


Pada 21 Desember 2007, rombongan umat Hindu dari Bali sebanyak 17 orang, bertatap muka dengan umat Hindu di Sumbersewu, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Umat Hindu di Sumbersewu sekitar 20% dari jumlah penduduk keseluruhan. Dalam kesempatan itu rombongan tidak lupa melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Blambangan, dilanjutkan dengan melantunkan kidung pujian dan pembacaan sloka kitab Suci Bhagavadgita.
 lebih detil


[1][2][3]   


Buku Baru
meradang.jpg (30185 bytes)
Harga Rp 30.000,-

covbali.jpg (20420 bytes)
Harga Rp 30.000,-
(Cetak Ulang)

sriyoga.jpg (31656 bytes)
Harga Rp 27.000,-

sapi.jpg (34216 bytes)
Harga Rp 12.000,-