Majalah Hindu Raditya
OM SWASTYASTU. Selamat Datang di Web Majalah Hindu RADITYA dan sekaligus Website PUTU SETIA, pendiri majalah ini.
Left Menu
RADITYA 126
Wacana
Maya Danawa dalam Srimad Bhagavatam


Brahmana Guna Avatara Dasa

Tulisan ini bersumber dari Srimad Bhagavatam, Maha Purana yang disusun oleh Maha Resi Krishna Dvaipayana Vyasa. Tulisan ini dari skanda7 bab 10 sloka52 - sloka 70. Diceritakan di sini ketika Maharaja Yudistira bertanya kepada Dewa Resi Narada, tentang apa sebabnya raksasa Maya Danawa dapat menaklukkan kekuatan Dewa Siwa yang begitu perkasa, dan bagaimana caranya Sri Krishna menolong Dewa Siva dan mengembalikan kejayaannya.

Dewa Resi Narada memulai kisahnya, ketika para Dewa yang begitu perkasa atas karunia Tuhan bertempur melawan asura, para asura dapat dikalahkan dan mereka datang berlindung dan mengadu kepada Maya Danawa, yang terhebat di antara para raksasa. Maya Danawa mempunyai kekuatan atau kesaktian yang luar biasa, kemudian membuat tiga buah benteng (istana) yang dapat terbang dan tidak kelihatan, dan memberikan kepada pasukan raksasa kendaraan terbang yang tidak terdeteksi. Kereta ini terbuat dari emas, perak dan baja, dilengkapi dengan segala yang wah. Dengan kendaraan ini, para Dewa tidak dapat mengetahui keberadaan musuhnya.

Kemudian ketika pasukan raksasa mulai merusak tempat para Dewa, kemudian Dewa-dewa ini menghadap bos para Dewa, yaitu, Dewa Siwa. Semua Dewa mohon perlindungan sepenuhnya kepada Dewa Siwa dan berkata, ”Wahai Dewa Siwa kami semuanya para Dewa adalah pengikutmu, kami telah ditaklukkan oleh para raksasa, mohon selamatkan kami.”

Setelah mendengarkan pengaduan para Dewa, Dewa Siwa menjamin perlindungan bagi para Dewa. Dewa Siwa mempersiapkan anak panah dan busurnya, mengajak para Dewa menyerang tempat yang diduduki para raksasa.

Panah yang dibawa oleh Dewa Siwa bersinar sangat menyilaukan dan mampu membuat benteng gaib raksasa yang selama ini tak tampak kini menjadi kelihatan berkat senjata sakti Dewa Siwa. Serangan panah Dewa Siwa menyebabkan banyak raksasa tewas dan jatuh dari ketiga kendaraan (benteng terbangnya). Tetapi Maya Danawa dengan kekuatan mistiknya membuat mata air nektar. Badan para raksasa yang telah tewas ini diperceki nektar, sehingga dapat hidup kembali dan lebih perkasa dari sebelumnya.

Melihat Dewa Siwa sangat kecewa, kemudian Sri Wisnu berupaya bagaimana menghentikan kekuatan mistik dari Maya Danawa. Sri Wisnu mengambil bentuk sapi dan Brahma menjadi anak sapi. Pada malam hari sapi dan anak sapi itu menghabiskan meminum nektar tersebut.

Para raksasa sebenarnya melihat sapi dan anak sapi menghabiskan nektar itu, tetapi karena kekuatan mistik Tuhan lebih hebat dari pada kekuatan mistik Maya Danawa, mereka jadi diam saja, tidak ada keinginan untuk menyetop sapi dan anak sapi tersebut. Maya Danawa juga tidak berbuat apa-apa ketika melihat semua itu terjadi, dan ia mengerti inilah kekuatan Tuhan yang tidak dapat dilihat dan dilawan. Kemudian ia berkata kepada para raksasa yang semuanya pada lesu. ”Apa pun yang dinginkan Tuhan, maka tidak seorang pun dapat menggagalkannya, baik dia sebagai Dewa, raksasa, manusia, atau siapa saja.”

Tuhan Sri Krishna dengan kekuatan pribadinya yang terdiri dari, kerohanian, pengetahuan, penyangkalan, kekayaan, kesederhanaan, pendidikan, kegiatan, melengkapi Dewa Siwa dengan segala peralatan yang diperlukan, seperti kereta, kusir kereta, bendera kejayaan, kuda, gajah, busur dan anak panah. Ketika Dewa Siwa sudah semuanya dilengkapi dengan segala senjata dan perlengkapan yang diberikan oleh Sri Krishna, Dewa Siwa duduk di kereta perangnya dan mulai berperang melawan para raksasa.

Kemudian ketiga kendaraan benteng terbang yang kini terdeteksi dihancurkan berkeping-keping oleh panah Dewa Siwa. Para penduduk Sorga kemudian menaburkan bunga kemenangan kepada Dewa Siwa atas kejayaannya dan beliau mendapat gelar Tripurari yang menghancurkan tiga kendaraan mistik yang dibuat oleh Maya Danawa. Dewa Siwa disembah oleh para Dewa di bawah pimpinan Dewa Brahma, kemudian beliau pulang ke tempat tinggalnya di Kailasa.

Tuhan Sri Krishna muncul sebagai manusia menolong Dewa Siwa, melakukan banyak kegiatan yang bersifat rohani yang sangat indah, apa lagi yang dapat dikatakan mengenai kegiatan rohani Beliau seperti yang telah disampaikan oleh Resi Agung Narada. Setiap orang akan disucikan oleh Tuhan Sri Krishna hanya dengan mendengar kegiatan rohani Beliau dari sumber yang benar.

Demikianlah narasi Narada Muni mengenai kisah Maya Danawa, yang juga menyangkut lila rohani Tuhan Sri Krishna yang tertera didalam sloka 4.9 Bhagavad-gita, yang mengatakan orang yang mengetahui kegiatan rohani Tuhan Sri Krishna dan kemunculanNya beravatara dari sumber yang benar, akan pulang ke tempat Tuhan, tidak lahir lagi di dunia material ini.

Dalam catatan Srimad Bhagavatam ada lagi sloka-sloka menyangkut Maya Danawa sebagai berikut. Di planet bagian bawah yang bernama Tala-tala diperintah oleh raksasa Maya Danawa. Atas karunia Dewa Siwa yang bergelar Tripurari yang sebelumnya menghancurkan tiga istana (benteng terbangnya) menjadi berkeping keping, tetapi kemudian berhubungan baik dengan Dewa Siwa, dan mendapat perlindungan sepenuhnya kembali berkuasa.

Dan ia salah berpikir, bahwa ia tidak usah takut kepada Sudarsana Cakra senjatanya Sri Visnu. Ketika hutan Khandava terbakar dan mau dibasmi oleh Cakra Sudarsana Sri Krishna, Maya Danawa berlindung kepada Arjuna penyembah Krishna, yang kemudian menyelamatkannya. Oleh karena merasa diselamatkan oleh Arjuna, Maya Danawa yang adalah arsitek ulung, kemudian merencanakan Istana Indraprasta tempat berlangsungnya Raja Suya Yadnya. Kerang yang ditiup oleh Arjuna hadiah dari Maya Danawa, juga gada yang dipakai oleh Bima pemberian Maya Danawa.

Kesimpulannya adalah, kisah Maya Danawa di Bali mendapat inspirasi dari Veda yang mengalami modifikasi seolah-olah terjadi di Bali.

Buku Baru
meradang.jpg (30185 bytes)
Harga Rp 30.000,-

covbali.jpg (20420 bytes)
Harga Rp 30.000,-
(Cetak Ulang)

sriyoga.jpg (31656 bytes)
Harga Rp 27.000,-

sapi.jpg (34216 bytes)
Harga Rp 12.000,-
[ Print artikel  

Copyright 2007,  All Rights Reserved.