Majalah Hindu Raditya
OM SWASTYASTU. Selamat Datang di Web Majalah Hindu RADITYA dan sekaligus Website PUTU SETIA, pendiri majalah ini.
Left Menu

PUTU SETIA & KARYANYA

Apa dan Siapa Putu Setia
Dharma Wacana
Bali 2007
Cari Angin Koran Tempo
Kolom Khas Putu Setia

KELOMPOK USAHA RADITYA

Asram Dharma Sastra
Majalah Raditya
Pustaka Manikgeni

LINKS

Tempo Interaktif
Sarad Bali
Balipost Online
Hindu-Indonesia
Hindu Batam
Hindu Sumbar
Desa Adat Bali
Tempo English Edition

HALAMAN MUKA

News...

Hindu Nusantara 1 February 2008
Memanusiakan Anak Bangsa Melalui Meditasi


Di awal tahun 2008 yang penuh harapan tepatnya Minggu 13 Januari 2008 Perkumpulan Kasih Sejati [International Divine Love Society] melalui Meditasi Angkanya menggebrak Jakarta dengan pelayanan mulia yaitu seminar sehari bertajuk: Memanusiakan Anak Bangsa melalui Meditasi. Seminar ini diselenggarakan di Gedung Sapta Pesona Jl. Medan Merdeka Jakarta.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 1 February 2008
Pengikut Hare Krishna Tirtayatra ke Banyuwangi


Pada 21 Desember 2007, rombongan umat Hindu dari Bali sebanyak 17 orang, bertatap muka dengan umat Hindu di Sumbersewu, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Umat Hindu di Sumbersewu sekitar 20% dari jumlah penduduk keseluruhan. Dalam kesempatan itu rombongan tidak lupa melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Blambangan, dilanjutkan dengan melantunkan kidung pujian dan pembacaan sloka kitab Suci Bhagavadgita.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 1 February 2008
Jro Mangku Purwa Mukti: Tahun 2008 Orang Bali H


Ditemui ditempat kediamannyapada awal januari 2008 di Banjar Tegehsari, Desa Adat Kerobokan, Kabupaten Badung, Jro Mangku Purwa Mukti didampingi sang suami, Jro Mangku Gde Putu Oka Swadiana memaparkan hasil teropong niskala tahun 2008. Jro Mangku Purwa Mukti adalah seorang tokoh supranatural walaupun tidak setenar Ny. Laurentia, namun hasil teropongnya sangat mencengangkan bagi yang mendengarkan.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 1 February 2008
Pura Sangkareang di Lombok Barat dirusak Massa<


Kekerasan atas nama agama kembali mewarnai awal tahun 2008. Aksi massa yang menyerbu, merusak dan membakar bangunan dan pelinggih di lingkungan Pura Sangkareang di Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Selasa, 15 Januari 2008 sekitar pukul 23.30 wita. Aksi terkutuk yang sangat muatan SARA (suku, agama, ras, antar golongan) ini telah menodai semangat kebersamaan dalam kebhinekaan dan toleransi serta kerukunan antar umat beragama.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 10 January 2008
Pranawa Om Mendahului Dentuman Besar


Sebelum alam semesta tercipta yang terjadi adalah kekosongan. Yang ada hanya Tuhan itu sendiri. Dalam proses awal penciptaan alam semesta, yang pertama dimunculkan adalah ether atau bayu. Ini adalah unsur yang paling halus dari energi kasar (profan) Tuhan. Dari ether kemudian berkembang menjadi udara, dan setelah mengalami kondensasi maka timbullah panas (teja).
Selenkapnya


Opini 10 January 2008
Pulang Untuk Berpulang Lewat Krematorium


Sebagai orang Hindu Bali di perantauan, apakah Anda memiliki keinginan untuk pulang atau dibawa pulang ke kampung halaman di saat nanti berpulang menghadap Hyang Widhi? Jika iya, Anda memiliki hasrat yang sama dengan saya. Saya juga ingin pulang.
Selenkapnya


Bahasan Utama 10 January 2008
Krematorium: Setra Umum dan Modern

Selain unik, kaya akan khasanah budaya, Bali juga memiliki banyak keanehan. Salah satunya adalah setra (kuburan) Hindu bersifat tertutup Selenkapnya


Bahasan Utama 10 January 2008
Istilahnya Bukan Krematorium, tapi Panti Antaka


Untunglah di lingkungan Hindu di Bali banyak umat yang mau melakukan refleksi. Prosesi ngaben bukanlah hal yang ingin diperkarakan, namun yang mesti kembali dibahas adalah tuduhan ‘Eklusifisme’ setra. Saat ini tentunya diharapkan setra tidak lagi diklaim sebagai satu-satunya jalan bagi umat untuk melangsungkan upacara kematian.
Selenkapnya


Bahasan Utama 10 January 2008
Istilahnya Bukan Krematorium, tapi Panti Antaka


Untunglah di lingkungan Hindu di Bali banyak umat yang mau melakukan refleksi. Prosesi ngaben bukanlah hal yang ingin diperkarakan, namun yang mesti kembali dibahas adalah tuduhan ‘Eklusifisme’ setra. Saat ini tentunya diharapkan setra tidak lagi diklaim sebagai satu-satunya jalan bagi umat untuk melangsungkan upacara kematian.
Selenkapnya


Bahasan Utama 10 January 2008
Warga Buleleng Sambut Positif Krematorium


Hindu adalah agama yang bersifat Sanatana Dharma atau kebenaran abadi. Karena itu, Hindu akan bertahan sepanjang zaman. Hanya penerapannya akan berubah sesuai dengan semangat zaman itu sendiri. Demikian antara lain ditegaskan Ketua PHDI Buleleng Putu Wilasa ketika memberikan sambutan sehubungan dengan hadirnya Shri Shri Shri Siwa Rudra Balayogi, orang suci dari Himalaya, India, saat beliau memberikan dharsan di Singaraja, Kamis 13 Desember 2007. “
Selenkapnya



 [1][2][3][4]   

Buku Baru
meradang.jpg (30185 bytes)
Harga Rp 30.000,-

covbali.jpg (20420 bytes)
Harga Rp 30.000,-
(Cetak Ulang)

sriyoga.jpg (31656 bytes)
Harga Rp 27.000,-

sapi.jpg (34216 bytes)
Harga Rp 12.000,-

Copyright 2007, hindu-raditya, Kontak: Webmaster
admin