Majalah Hindu Raditya
OM SWASTYASTU. Selamat Datang di Web Majalah Hindu RADITYA dan sekaligus Website PUTU SETIA, pendiri majalah ini.
Left Menu

PUTU SETIA & KARYANYA

Apa dan Siapa Putu Setia
Dharma Wacana
Bali 2007
Cari Angin Koran Tempo
Kolom Khas Putu Setia

KELOMPOK USAHA RADITYA

Asram Dharma Sastra
Majalah Raditya
Pustaka Manikgeni

LINKS

Tempo Interaktif
Sarad Bali
Balipost Online
Hindu-Indonesia
Hindu Batam
Hindu Sumbar
Desa Adat Bali
Tempo English Edition

HALAMAN MUKA

News...

Hindu Nusantara 10 January 2008
Partai Kebangkitan Dharma Didirikan


Seorang umat Hindu bernama Drs. Ngurah Arya Ps.Mcomm (Hons), Ph.D, Ak telah mendirikan partai yang diberi nama Partai Kebangkitan Dharma Indonesia disingkat PKDI. Pada hari Sabtu, 8 Desember 2007 yang lalu diadakan rapat konsultasi dan koordinasi dalam rangka persiapan deklarasi partai. Rapat ini diadakan di gedung YTKI Jl. Jendral Gatot Subroto Jakarta Selatan.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 10 January 2008
Pilkada 2008, Waspadai Kooptasi Elite Politik


Bulan Januari 2008 ini, Gianyar akan melangsungkan pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk memilih bupati/wakil bupati periode 2008-2013. Selanjutnya pada Juni atau Juli 2008, akan terjadi gawe yang lebih besar lagi, yakni pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali. Semuanya itu bisa menjadikan Bali bergejolak andai tidak diwapadai dan diantisipasi sejak dini.
Selenkapnya


Opini 10 January 2008
Krematorium dan Adat


Manusia Hindu menempatkan siklus lahir hidup dan mati sebagai sebuah prosesi ritual bermakna dalam kehidupannya. Dan muncul sebagai doa Sarva karma Bhagavad priithham (lakukaan kegiatan untuk menyembah Tuhan). Semua perbuatan itu untuk menambah gairah dalam memuja Tuhan, termasuk dalam prosesi kematian. Kematian bagi umat hindu adalah awal sebuah perjalanan panjang yang tidak bertepi untuk menikmati karma.
Selenkapnya


Hindu Nusantara 10 January 2008
Wangsa Brahmana Semestinya Vegetarian


Untuk membangun sifat-sifat satwik (bajik), maka mestilah dirintis mulai dari cara memilih makanan. Makanan yang satwik tentu pula akan menimbulkan pikiran yang satwik dan badan yang satwika pula. Demikian sebut Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa saat memberikan sambutan menyambut kedatangan Shri Shri Siwarudrabalayogi Maharaj di Wantilan Gedung DPRD Bali, Denpasar pada Jumat sore, 14 Desember 2007.
Selenkapnya


Editorial 10 January 2008
Krematorium


Gagasan membuat krematorium oleh pesemetonan Warga Pasek Sanak Sapta Rsi merupakan terobosan yang sangat penting di Bali. Selama ini di Bali sudah ada beberapa krematorium, namun kepemilikannya bukan oleh umat Hindu atau kelompok-kelompok klan di Bali. Di Mumbul, kawasan yang dekat dengan Nusa Dua, misalnya, sudah lama ada krematorium yang biasa digunakan oleh umat Hindu untuk melakukan upacara pitra yadnya. Namun karena krematorium itu bukan dimiliki oleh umat Hindu maka fungsinya hanya sebagai “pembakar jenazah” saja, tidak ada sarana lainnya. Nah, krematorium yang akan dibangun oleh Warga Pasek ini memiliki sarana yang lengkap dalam kaitannya dengan upacara Pitra Yadnya.
Selenkapnya


Wacana 10 January 2008
Sampradaya Bukan Versi India, tapi Versi Weda


Tulisan A.A. Ayu Raka Parwati yang berjudul “Jangan Polemikkan Hindu Versi India dan Versi Bali,” pada Radiya 125, Desember 2007, dalam pengamatan saya, maka ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Tulisan itu seperti memaksakan ide pemahaman penulis tentang suatu ajaran yang penulis sendiri tidak memahaminya. Di sini saya tidak bermaksud berpolemik kecuali mengimformasikan, bahwa sampradaya adalah bukan Hindu versi India. Karena jika orang datang ke India untuk memahami Hindu, maka mereka tidak akan bertemu dengan sampradaya, tetapi ajaran yang lain. Apa yang disebut sampradaya adalah ajaran Weda, bukan Hindu versi India.
Selenkapnya


Wacana 10 January 2008
Memuja Aspek Sakti di Sungai Gangga


Setiap  sore hari menjelang petang, tepatnya pukul 18.30, umat Hindu di India berkumpul di tepi Sungai Gangga. Mereka sibuk menyiapkan segala persiapan, baik itu untuk Agni Hotra maupun Aarti Gangga. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk puja atau stava kehadapan Hyang Widhi dalam aspek sakti, yaitu, Dewi Gangga. Seperti halnya di Rshikesh, Untaranncal tepatnya di depan Ashram Paramarth Nikethan, di sana semua murid yang studi tentang Veda, Vedanta,Indian Culture, Ilmu Linguistik dan lain-lain setiap hari melakukan puja dan Aarti di tepi Sungai Gangga. Mereka semua mengawali pemujaan ini dengan duduk hening, kemudian melakukan Agni Hotra untuk memuja Dewi Gangga dan Dewa Siwa.
Selenkapnya


Opini 10 January 2008
Krematorium, Mencerdaskan dan Memperdayakan


Ketika menerima e-mail dari Raditya tentang rencana liputan untuk edisi Januari 2008 di mana yang akan diulas adalah Krematorium, saya teringat dengan diskusi di milis HDnet beberapa tahun lalu. Diskusi saat itu adalah tentang masalah ngaben masyarakat Hindu etnis Bali yang tinggal di Jakarta. Yang menjadi masalah adalah adat ngaben Bali yang masih menjadi panglima meskipun sudah tinggal di Jakarta.
Selenkapnya


Opini 10 January 2008
Keberingasan Adat dan Krematorium


Ketika di Nusa Dua masih berlangsung perhelatan internasional masalah Perubahan Iklim Dunia yang diadakan oleh PBB, masyarakat Bali memperlihatkan watak aslinya. Soal apa gerangan? Soal apa lagi kalau bukan soal keberingasan orang Bali terhadap sesamanya. Ya, di Pengosekan, Ubud, Gianyar, orang Hindu yang meninggal dihadapkan pada masalah adat. Pohon-pohon di pinggir jalan yang tidak bermasalah dengan adat, ditebang dengan menggunakan mesin pemotong kayu. Tujuannya, menghalangi prosesi penguburun mayat warga yang bernama Ni Wayan Bege (85).
Selenkapnya


Hindu Nusantara 10 January 2008
Parisada Tolak RUU Pornografi


Parisada Hindu Dharma Indonesia sebagai majelis tertinggi umat Hindu Indonesia menyampaikan sikap tegas menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi. Sikap tegas ini disampaikan Parisada Pusat saat diundang menjadi narasumber Diskusi Publik oleh Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) DPR RI pada 30 November 2007.
Selenkapnya



 [1][2][3][4]   

Buku Baru
meradang.jpg (30185 bytes)
Harga Rp 30.000,-

covbali.jpg (20420 bytes)
Harga Rp 30.000,-
(Cetak Ulang)

sriyoga.jpg (31656 bytes)
Harga Rp 27.000,-

sapi.jpg (34216 bytes)
Harga Rp 12.000,-

Copyright 2007, hindu-raditya, Kontak: Webmaster
admin